Ini Kata Kapolda Soal Temuan 133 Meter Kubik Kabel Didalam Gorong-gorong – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Nasional

Ini Kata Kapolda Soal Temuan 133 Meter Kubik Kabel Didalam Gorong-gorong

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Polisi masih mendalami dugaan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok yang menyebut ada sabotase banjir di Jakarta. Hal itu dilihat karena ditemukannya kulit kabel dalam jumlah besar.

Kulit kabel yang ditemukan gorong-gorong saluran air di Jalan Medan merdeka Selatan Jakarta Pusat, masih diperiksa Puslabfor Mabes Polri. Namun, ada dugaan kabel tersebut milik pencuri.

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Tito Karnavian menduga kalau pelaku penimbun kabel di gorong-gorong di seberang Istana Negara adalah para pelaku pencuri kabel. Hal tersebut lantaran para pelaku pencuri kabel hanya berniat mengambil unsur tembaga yang ada di kabelnya.

“Sementara itu, pelindung logam ditinggal begitu saja sehingga terjadi penumpukan. Jadi bisa saja itu pencurian kabel,” kata Tito seperti dilansir Indopos (Fajar Group), Kamis (3/3).

Dia menjelaskan, kabel mempunyai nilai ekonomi tinggi karena ada unsur tembaga, dan kulit pembungkus kabel ditinggalkan pelaku. Kalau diangkat dengan kabel-kabelnya takut ketahuan karena harus membongkar jalan. Oleh karena itu diambil sedikit dalam bentuk potongan-potongan kecil.

Para pencuri itupun leluasa mencuri karena letaknya di dalam gorong-gorong. Sedikit demi sedikit diambil hingga banyak yang hilang. “Kalau diambil sedikit demi sedikit dalam bentuk potong-potongan kecil, yang diambil tembaganya. Itu sebetulnya punya nilai ekonomi masih tinggi. Sehingga kupasan, bungkusnya tertinggal. Itu sangat mungkin terjadi,” papar Tito.

Dia menambahkan, saat ini pihaknya sudah memeriksa sejumlah saksi dari pihak PLN Disjaya dan kontraktornya untuk mengusut penimbunan limbah kabel itu. ”Sudah memeriksa sejumlah saksi. Dari PLN dan kontraktor. Sudah saya interview juga,” kata Tito.

Pemeriksaan pihak PLN itu karena yang paling mengetahui. Apabila diketahui barang lama, mengapa dibuang di gorong-gorong seberang Istana Negara. Padahal berpotensi menyumbat saluran air.

Jika barang baru, maka akan didalami lagi kenapa barang dibuang di sana. Sehingga sejauh ini perlu dilakukan pendalaman apakah ini barang lama atau barang baru. “Jadi siapa yang membuang dan motifnya apa, ini yang sedang berjalan,” pungkasnya.

Direktur Reskrimsus Polda Metro Jaya Kombes Pol Mujiyono mengatakan, bisa saja kulit kabel di gorong-gorong itu keterkaitan dengan tersangka pencurian kabel yang terjadi 4 tahun lalu, sekitar 2009 lalu.

”Waktu itu para tersangkanya diamankan di Polsek Gambir. Tapi itu kejadiannya enam tahun lalu. TKP-nya di sekitar sini juga,” kata Mujiono.  (ind/yuz/JPG)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top