Wah, Ternyata Ini Tempat Hohohihi di Kota Martapura – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Kriminal

Wah, Ternyata Ini Tempat Hohohihi di Kota Martapura

FAJAR.CO.ID,  KOTA Martapura, sering juga disebut sebagai kota Serambi Makkah, karena di kota ini banyak santri-santri yang berpakaian putih-putih yang hilir mudik untuk menuntut ilmu agama, Hingga kota ini dikenal juga dengan sebutan kota yang agamis.

Namun, jauh lebih dalam dipusat kota yang terletak di kalimantas selatan ini, ternyata ada tersimpan Lokasi wisata sex, atau dikenal dengan prostitusi. Ironisnya, Tempat Maksiat tersebut berada tepat di pusat kota Martapura, yakni di Pusat Pembelanjaan Sekumpul (PPS), Bahkan “Lapangan Tembak” ini disinyalir telah berada lama.

Pasalnya, PPS tersebut sudah bertahun-tahun kosong dan puluhan bahkan ratusan pertokoan yang ada di kawasan tersebut dibiarkan begitu saja dan tidak terawat. Banyak penutup toko yang diduga sengaja dirusak dan dijadikan sebagai tempat berbuat mesum.

Bahkan dari pantauan Radar Banjarmasin yang dikutip Pojoksulsel,(Grou Fajar), beberapa waktu lalu, di toko yang diduga digunakan sebagai tempat prostitusi tersebut banyak ditemukan alat kontrasepsi. Hal itu menguatkan dugaan adanya praktek prostitusi di kawasan pertokoan tersebut.

Mengetahui, adanya praktek prostitusi itu, berbagai aksi protes pun keluar dari berbagai kalangan mulai dari warga sekitar sampai dengan kaum ulama di Kabupaten Banjar.

Tak pelak, Ketua MUI (Majelis Ulama Indonesia) Kabupaten Banjar yang juga sekaligus Bupati Banjar KH Khalilurrahman dibuat terkejut dengan adanya kabar tersebut.

“Itu harus secepatnya dicegah dan jangan sampai ada lagi tempat seperti itu di Kabupaten Banjar, karena perbuatan itu akan menimbulkan bala,” ujarnya.

Bupati juga akan mencari solusi agar ratusan pertokoan yang kini masih kosong dapat diisi oleh pedagang Sehingga tidak ada tempat lagi untuk aktivitas maksiat tersebut.

Menindaklanjuti adanya laporan tersebut, selanjutnya petugas Satpol PP memperketat razia di tempat tersebut. Satu persatu toko yang ada di kawasan tersebut dicek. Hasilnya, petugas menemukan beberapa orang yang tinggal dalam toko yang tidak terpakai.

“Memang ada pasangan yang ditemukan tinggal di dalam toko tersebut. Namun mereka sudah tua dan juga memiliki anak, jumlahnya ada empat pasang dan mereka juga memiliki KTP. Sedangkan orang yang dicurigai semuanya sudah didata,” ungkap Kasatpol PP H Ahmadi melalui Kabid PPUD Anto Setiawan.

Hanya saja dalam razia rutin tersebut petugas tidak menemukan atau menangkap basah pasangan mesum di kawasan tersebut. Namun dari laporan warga selama ini, kawasan tersebut kerap dijadikan tempat untuk melakukan tindakan prostitusi dan tempat mabuk preman-preman. (ins/ram/prokal/Fajar)

loading...
Click to comment
To Top