Benarkah Pembangunan Kilang di Laut Lebih Murah? Cara Ujinya Begini. Bikin Perjanjian dengan Inpex – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ekonomi & Bisnis

Benarkah Pembangunan Kilang di Laut Lebih Murah? Cara Ujinya Begini. Bikin Perjanjian dengan Inpex

FAJAR.CO.ID, JAKARTA- Inpex, kontraktor blok gas abadi Masela, menghitung kilang laut LNG (FLNG) hanya memerlukan biaya 14,8 miliar USD, sedangkan kilang darat (OLNG) biayanya melambung tinggi 19,3 miliar USD.

Bagi ekonom Sustainable Development Indonesia (SDI) Dradjad H Wibowo, gampang saja untuk menguji hitungan Inpex  yang disalin persis sesuai aslinya oleh SKK Migas dan dipresentasikan di depan Presiden Jokowi di Istana pada Januari 2016 itu.

“Berani tidak tandatangan jika nanti biayanya membengkak ditanggung kontraktor, jangan negara, bukan cost recovery,” kata Dradjad dalam diskusi bertema “Blok Masela Sesuai Konstitusi” di Jakarta, Sabtu (5/2).

Bila tidak berani tanda tangan, kata Dradjad, maka ada masalah di balik hitung-hitungan tersebut. Tantangan yang sama dia sampaikan kepada Kementerian Energi Sumber Daya Mineral dan SKK Migas yang ngotot ingin pengelolaan gas Blok Masela dilakukan di laut.

“Jadi untuk Sudirman Said, pertanyaan saya berani tidak? Informasi yang saya peroleh mereka tidak berani menandatangani. Ini kan berarti tidak percaya diri,” ujar Dradjad.

Dradjad mengatakan, di Australia yang kapasitas kilang off-shore-nya hanya setengah dari Blok Masela menelan biaya hingga 12 miliar dolar USD. Kalau menggunakan standar Australia maka biaya Blok Masela bisa 20 miliar USD lebih.

Lebih lanjut dia mengatakan teknologi pembangunan kilang di laut merupakan hal yang baru. Makanya tidak aneh jika sampai sekarang belum ada perusahaan asuransi yang berani menjamin proyek Masela.

“Artinya, terlalu beresiko menaruh uang di situ. Kalau tidak ada yang berani, siapa yang menjamin? Negara lagi yang harus terbebani,” katanya.

Di Australia sendiri, kata dia, saat pembangunan kilang gas dilakukan di laut, negeri kangguru tersebut sudah kehilangan 7000 kesempatan kerja untuk rakyatnya.

“Australia sangat capital intensive, artinya kalau ini dibangun di laut, pasti selisih pekerjanya bisa puluhan ribu, dan mereka sadar betul itu. Pokoknya, ‎yang saya kaji memang lebih menguntungkan di darat, keamanan juga lebih terintegrasi,” pungkasnya.[dem/rmol]

To Top