ANEH: Perdagangan Manusia di Maros, Hanya Satu yang Ditetapkan Tersangka – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Kriminal

ANEH: Perdagangan Manusia di Maros, Hanya Satu yang Ditetapkan Tersangka

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Ironi, Kasus Perdagangan manusia ke pria hidung belang yang terjadi pada kamis 22 Oktober 2015 lalu di Kabupaten Maros, Sampai  saat ini hanya satu yang baru ditetapkan sebagai tersangka. Hal ini membuat pihak dari keluarga korban merasa kecewa dengan kinerja kepolisian, Baik Polrestabes Maros, maupun Porlerstabes Makassar.

Orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka adalah Andi Nurdin Agung M, pria yang membeli RR dan menidurinya di Wisma Love Jalan Samping Bandara Baru Kota Makassar. yang bersangkutan  telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Kepolisian Resort Kota Makassar dan sudah menjalani persidangan perdana di PN Makassar, Kamis (3/3/2016).

Menurut keluarga korban, seharusnya kepolisian juga menahan ER dan dua wanita lainnya, inisial IN dan IS yang menjadi penghubung hingga RR harus merelakan keperawanannya oleh tersangka Andi Nurdin Agung M.

“Kami sayangkan, seharusnya penghubung yang menjual cucu saya juga ditangkap. Sampai sekarang dari bulan Oktober tahun lalu ini kasus, mereka masih bebas berkeliaran (di Maros),” kata kakek korban RR, Mustafa kepada pojoksulsel.com, Senin (7/3/2016).

Cucunya RR kata Mustafa, pada malam kejadian itu tinggal dirumahnya di Jalan Sejahtera Desa Allin Tengae, Kecamatan Turikale, Maros.

Mustafa kembali menuturkan, kejadian berawal, saat RR ke tempat rental komputer untuk mengerjakan tugas sekolah, sekira Pukul 19.00 Wita.

Tiba-tiba datang dua orang menjemput RR, dan mengajak ke kawasan kuliner Pantai Tak Berombak (PTB) Maros.

Awalnya RR tidak ingin ikut, karena tidak mengenal keduanya. Tapi karena keduanya mengaku teman dari ER tante RR, korban pun ikut. Di PTB, RR pun diberi minuman yang diduga bercampur obat mabuk.

[NEXT-FAJAR]

Setelah meminum pemberian dua wanita inisial IN dan IS, RR pun pusing. Kemudian datanglah pria membawa mobil dalam hal ini Andi Nurdin Agung M. RR yang dalam keadaan mabuk lalu dibawa masuk kedalam mobil.

“Yang dua orang ini lalu turun dari mobil meninggalkan cucuku (RR) diatas mobil karena sudah dalam keadaan mabuk,” jelas Mustafa menirukan keterangan RR.

Setelah menebus uang yang informasinya senilai Rp700 ribu ke kedua wanita itu, RR langsung dibawa ke wisma.

“Ini cucuku tidak kenal yang menjemput di rental komputer dan di bawa ke PTB. Tapi kedua perempuan ini ditelpon oleh ER dan disuruh jemput cucuku di tempat rental, mereka ini kan saling kenal dan sudah atur skenario,” terang Mustafa.

Dari situ, menurut Mustafa seharusnya kepolisian yang menangani ini, juga menangkap pelaku lainnya terkait penjualan anak dibawah umur.

“Pokoknya kami dari keluarga ingin terus mencari keadilan,” tegas Mustafa yang di temui di Makassar.

Sementara ayah korban, Mulyadi (36) berharap mucikari diproses hukum. Karena jika dibiarkan, katanya bisa membahayakan kedepan.

“Bisa jadi akan ada korban lainnya. Jadi semoga kepolisian bisa benar benar melihat masalah ini dengan terang,” katanya.

Informasi dihimpun awalnya kasus tersebut di tangani Polres Maros. Namun dilimpahkan ke Polrestabes Makassar karena korban digagahi oleh Andi Nurdin Agung M, TKP nya masuk diwilayah Makassar.

“Kasusnya diambil alih Polrestabes Makaasar, kami tidak bisa lagi kasih keterangan. Jadi silahkan ke penyidiknya di Polrestabes Makassar,” kata Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (Kanit PPA) Polres Maros, Iptu Kasmawati yang dikonfirmasi pojoksulsel.com. (hasanuddin/pojoksulsel/fajar)

loading...
Click to comment
To Top