Bareskrim Segera Limpahkan Berkas Kasus Mobile Crane – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Hukum

Bareskrim Segera Limpahkan Berkas Kasus Mobile Crane

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Usai menggelar perkara dugaan korupsi pengadaan 10 mobile crane di PT Pelabuhan Indonesia II, Bareskrim Polri berencana melimpahkan berkas kasus itu ke Kejaksaan Agung pekan ini.

“Segera kami kirim berkasnya (tahap I, red) pekan ini setelah gelar,” ucap Kepala Subdirektorat Tindak Pidana Pencucian Uang, Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim, Kombes Golkar Pangarso, Selasa (8/3).

Namun, saat dikonfirmasi soal gelar perkara apakah akan menentukan tersangka baru, Golkar enggan berkomentar banyak. Menurutnya, gelar perkara yang dilakukan bukan untuk menentukan tersangka baru. Melainkan proses hukum terhadap tersangka yang sudah ditetapkan sebelumnya.

“Jadi maksudnya itu gelar perkara untuk FN (Feriyaldi Noerlan, red). Penetapan tersangka itu tidak ada seperti surat atau apa. Ketika dia dipanggil sebagai tersangka, itulah dia sudah jadi tersangka,” terang Golkar.

Sebelumnya, penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim akan melakukan gelar perkara untuk membahas kasus dugaan korupsi pengadaan 10 mobile crane di PT Pelabuhan Indonesia II (Pelindo II).

“Tentu kami akan gelar lagi, mungkin minggu-minggu ini,” kata Wakil Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus, Kombes Agung Setya, Selasa (1/3) pekan lalu.

Namun, saat disinggung apakah gelar perkara nanti akan menentukan dugaan keterlibatan Manajer Senior Peralatan Pelindo II Haryadi Budi Kuncoro yang merupakan adik dari mantan komisioner KPK Bambang Widjojanto dalam kasus ini, Agung tidak berkomentar.

“Penyidik sedang menyelesaikan tugasnya, semoga tidak ada yang terhambat,” ucap dia sembari tersenyum.

Gelar perkara juga sudah dilakukan pekan lalu. Direktur Tipideksus Brigjen Bambang Waskito ketika dikonfirmasi membenarkan anak buahnya tengah membidik pejabat yang juga adik Bambang Widjojanto itu.

[NEXT-FAJAR]

Namun, Haryadi belum ditetapkan sebagai tersangka karena gelar perkara baru dilakukan penyidik dari Tipideksus. Sementara kini kasus tersebut ditangani dua direktorat sekaligus, yakni bersama Direktorat Tindak Pidana Korupsi (Tipidkor).

“Suratnya (penetapan tersangka, red) belum saya tanda tangani. Memang ada menuju ke sana, tapi belum ada kepastian,” ujarnya.

Jika ditetapkan tersangka, Haryadi yang juga menjabat sebagai Dirut PT Jasa Peralatan Pelabuhan Indonesia, anak perusahaan Pelindo II, akan menyusul bekas Direktur Teknik Ferialdy Noerlan yang lebih dulu pesakitan.

Ferialdy disebut polisi bertanggung jawab atas seluruh proyek pengadaan 10 mobile crane yang dipermasalahkan. Berdasarkan audit investigatif Badan Pemeriksa Keuangan, kasus ini diduga merugikan negara hingga Rp 37,9 miliar. (elf/JPG)

To Top