Begini Peluang Indonesia di All England – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Ragam

Begini Peluang Indonesia di All England

MATA penggila badminton dijamin tak akan lepas dari Barclaycard Arena, Birmingham, venue Yonex All England 2016 yang digeber 8-13 Maret ini.

Di ajang yang menjadi pembuka kalender BWF World Superseries ini, semua peringkat terbaik dunia dari lima nomor akan turun.

Indonesia masih mengandalkan nomor berpasangan, ganda putra, ganda putri dan ganda campuran. Di tiga sektor ini juga, Indonesia terakhir kali menorehkan prestasi di All England.

Tepatnya terjadi dua tahun lalu, 2014, yakni dari gelar juara ganda putra Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan dan ganda campuran Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir.

Di final, Hendra/Ahsan saat itu mengalahkan ganda Jepang Hiroyuki Endo/Kenichi Hayakawa 21-19, 21-19.
Sementara Tontowi/Liliyana, di final All England 2014 menaklukkan Zhang Nan/Zhao Yunlei 21-13, 21-17. Keberhasilan Tontowi/Liliyana saat itu merupakan hat-trick usai menjadi juara di dua edisi sebelumnya.

Untuk sementara ini, nama Indonesia harum di All England memang tidak jauh dari sektor ganda putra dan ganda campuran.

Untuk ganda putri, catatan terhenti di tahun 1979, saat Verawaty Wiharjo/Imelda Wiguna meraih gelar. Di tunggal putri, terakhir dibukukan Susi Susanti pada tahun 1993 dan 1994. Di tunggal putra juga terhenti di tahun 1994, saat Heryanto Arbi back to back usai menjadi juara di tahun 1993.

Namun untuk nomor tunggal putra, Indonesia punya catatan manis, karena menempatkan nama Rudy Hartono sebagai pengoleksi gelar terbanyak di tunggal putra dengan 8 titel yakni pada tahun 1968 s/d 1974 dan 1976. (adk/jpnn)

Juara bertahan (2015) All England
Tunggal putra: Chen Long (Tiongkok)
Tunggal putri: Carolina Marin (Spanyol)
Ganda putra: Mathias Boe/Carsten Mogensen (Denmark)
Ganda putri: Bao Yixin/Tang Yuanting (Tiongkok)
Zhang Nan/Zhao Yunlei (Tiongkok)

loading...
Click to comment
To Top