Kasihan.. Suami Istri Tewas Berdampingan saat Longsor Menimbun Rumah Mereka – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Kriminal

Kasihan.. Suami Istri Tewas Berdampingan saat Longsor Menimbun Rumah Mereka

FAJAR.CO.ID, CIANJUR – Pasangan suami istri (pasutri) di Cianjur Jawa Barat, tewas terkubur longsor saat asyik tidur, Senin malam (7/3/2016). Pasangan suami istri itu yakni Jajang Mulyana (31) dan Siti Sapatihah (30).

Pasangan suami istri tersebut merupakan warga Kampung Kadubandeng RT 5/RW 1 Desa Sukaresmi Kecamatan Sukaresmi, Cianjur. Keduanya tertimbun longsor setinggi 30 meter sekitar pukul 23.30 WIB.

Informasi yang dihimpun Radar Cianjur (grup fajar), pasangan suami istri (pasutri) itu tengah tertidur pulas saat kejadian. Mereka tak menyadari jika rumahnya akan terkena longsor tebingan.

Tebingan setinggi 40 meter longsor dan menerjang rumah pasangan Jajang Mulyana dan Siti Sapatihah setelah hujan mengguyur Sukaresmi sejak pukul 16.00 WIB hingga 24.00 WIB.

“Batu dan tanah menimbun bagian rumah korban hingga mengalami kerusakan cukup parah,” ujar saudara korban, Dasep (35).

Setelah tertimbun, warga dibantu sejumlah anggota TNI/Polisi berupaya melakukan evakuasi terhadap korban. Tak berselang lama, korban ditemukan dalam kondisi tak bernyawa.

“Saya kaget setelah menemukan adik dan istrinya tewas tertimbun longsor. Tak menyangka secepat itu mereka pergi,” tambah Dasep.

Menurutnya, hujan yang tak berhenti mengguyur Sukaresmi sejak Senin sore mengakibtkan tebing di samping rumah korban longsor dan menjebol dinding kamar adiknya.

“Sebelum tewas, adik saya itu (Ujang) sebenarnya sudah memperbaiki saluran air. Mungkin dia mengira kondisi sudah normal. Tapi pas tengah malam air tak terkendali, sehingga mengakibatkan tebing longsor dan menimpa rumahnya,” papar Dasep.

Danramil Cipanas Kapten Lagimin menjelaskan, kejadian ini terjadi karena aliran air dari atas jalan menuju lokasi kejadian terlalu besar sehingga rumah korban jebol.

“Hujan besar sekali. Hujan dari pukul 16.00 WIB – 23.00 WIB malam sehingga rumah korbn langsung ambrol. Kami yang mendapatkan informasi kejadian itu langsung terjun ke lokasi dan membantu evakuasi,” tambahnya.

Pasca kajadian, keluarga korban enggan dilakukan visum di RSUD, sehingga jenazah korban langsung dikebumikan di pemakaman umum dekat lokasi. Sedangkan rumah korban saat ini masih dipenuhi lumpur dan dinding jebol. (fhn/pj1)

Click to comment
To Top