LBH APIK Siap Kawal Kasus Penjualan Anak SMP di Maros – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Hukum

LBH APIK Siap Kawal Kasus Penjualan Anak SMP di Maros

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Kasus Penjualan Manusia di maros yang terjadi pada 22 oktober 2015 silam, patut disayangkan, pasalnya dari kasus yang melibatkan anak dibawah umur ini, Oleh kepolisian hanya menetapkan satu orang sebagai tersangka. padahal jika dilihat, proses jual beli manusia, tentunya ada pembeli dan penjual.

Oleh karena itu Lembaga Bantuan Hukum Asosiasi Perempuan Indonesia untuk Keadilan (LBH APIK) Makassar ikut menyayangkan hasil dari kepolisian yang hanya menetapkan satu tersangka kasus penjualan anak dibawah umur tersebut.

Padahal, RR (14 tahun) siswi SMP kelas 3 Maros, merupakan korban dugaan penjualan anak dibawah umur kepada pria hidung belang.

RR diduga dijual oleh tantenya ER, dan dua lainnya yakni IN dan IS kepada Andi Nurdin Agung M sebesar Rp 700 ribu.

Akibatnya, RR harus merelakan keperawanannya karena diperkosa oleh Andi Nurdin Agung M di Wisma Love Jalan Samping Bandara Baru Kota Makassar, pada 22 Oktober 2015 lalu.

“Kami prihatin dengan sikap kepolisian (Polrestabes Makassar). Seharusnya pelaku lain, penjulan anak dibawah umur ditangkap, tapi kenapa hanya pelaku pemerkosaannya?,” kata Kartini, Bagian Pelayanan Bantuan Hukum LBH Apik saat menerima kakek korban RR di kantornya, di Kompleks Budi Daya Permai Tamalanrea, Senin (7/3/2016).

Menurutnya kasus ini semestinya masuk dalam dua pasal, yakni pemerkosaan dan perdagangan anak. “Dan hukumannya bisa berat. Mereka ini (IS, IN, ER) yang mengajak pelaku sehingga RR diperkosa di wisma,” terangnya.

Baca Juga:  ANEH: Perdagangan Manusia di Maros, Hanya Satu yang Ditetapkan Tersangka

Lebih lanjut Kartini juga mempertanyakan kelambanan pihak kepolisian menuntaskan kasus tersebut.

Berdasarkan UU Sistim Peradilan Pidana Anak (SPPA), kasus tersebut harus dipercepat.

“Seharusnya dipercepat tidak lebih 2 bulan harus tuntas. Mau kasus begal kalau dia anak-anak harus cepat tuntas. Tapi ini kan sudah berapa bulan baru disidangkan ke pengadilan,” sesalnya.

Oleh karena itu, LBH Apik akan mengawal kasus terssebut hingga tuntas. “Karena bisa jadi ini diduga sindikat penjualan anak di Maros,” ucapnya. (hasanuddin/pojoksulsel/fajar)

loading...
Click to comment
To Top