Korut Kecam Latihan Gabungan AS-Korsel – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Internasional

Korut Kecam Latihan Gabungan AS-Korsel

FAJAR.CO.ID, PYONGYANG –  Saat Korea Utara tengah menjadi sorotan masyarakat dunia terkait program nuklirnya beberapa waktu terakhir, Amerika Serikat dan Korea Selatan, di sisi lain, mempersiapkan latihan besar-besaran di Semenanjung Korea.

Menurut keterangan Komisi Pertahanan Nasional (NDC) serta Kementerian Luar Negeri Korea Utara, kedua negara sekutu tersebut sejak awal Maret ini telah mempersiapkan latihan perang militer agresif bersama yang disebut dengan “Key Resolve” dan “Foal Eagle 16”. Latihan militer gabungan tersebut dinilai justru menodorong situasi di Semenanjung Korea ke jurang perang nuklir.

Pasalnya, dalam latihan tersebut, sebanyak 300.000 pasukan Korea Selatan dan 27.000 pasukan Amerika Serikat dilibatkan. Bukan hanya itu, satelit serta armada militer lainnya seperti satgas pembawa nuklir USS,  kelompok persiapan pendaratan USS Bonhomie Richard, pembom strategis nuklir B-52 dan B-2, jet tempur siluman F-22A, serta armada pra-peralatan bongkar kapal perang dan semua senjata mematikan Amerika untuk perang nuklir.

Di tengah situasi yang memanas saat ini, Korea Utara melalui NDC menekankan tiga sikap tegasnya dalam menghadapi situasi saat ini.

“Seluruh personil pelayanan serta masyarakat Korea utara akan meluncurkan serangan umum untuk melawan hiruk pikuk Amerika Serikat beserta pasukannya dengan segala cara yang memungkinkan. Pasalnya, mereka sangat ingin memulai perang nuklir dengan secara terang-terangan melanggar batas kedaulatan dan keamanan negara yang bermartabat,” kata keterangan NDC tersebut seperti diterima redaksi.

Sikap kedua, sambung pernyatan tersebut, Korea Utara akan mengadopsi mode serangan yang berorientasi pada respons preemptive untuk menghadapi serangan dan melawan musuh.

“Negara memiliki mode berbasis Juche terkait dengan respon militer yang dapat digunakan untuk membela tanah air dari setiap agresi,” sambung pernyataan tersebut.

Sedangkan sikap ketiga yang hendak ditekankan oleh NDC dalam pernyataan itu adalah, Korea Utara tak gentar mengobarkan perang bila ditemukan indikasi dari pihak musuh terkait upaya penggulingan pemimpin Korea Utara.

“Korea Utara memiliki rencana operasi gaya militer sendiri yang telah disetujui oleh pimpinan tertinggiuntuk membebaskan Korea selatan dan menyerang wilayah Amerika Serikat,” tegas NDC.

Situasi di Semenanjung Korea sendiri saat ini bermula dari sikap Korea Utara yang melakukan uji coba bom hidrogen Januari lalu serta meluncurkan satelit obeservasi bumi pada Februari kemarin. Namun Amerika Serikat dan sekutunya menilai bahwa hal tersebut sebagai ancaman sehingga mendesak PBB untuk kembali memperketat sanksi kepada Korea Utara. (mel/rmol)

loading...
Click to comment
To Top