La Nyalla : Saya Alhamdulillah Senang Kalau Dianggap Mafia! – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Bola

La Nyalla : Saya Alhamdulillah Senang Kalau Dianggap Mafia!

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Bos PSSI La Nyalla Mattalitti terang-terangan menolak mentah-mentah sembilan syarat yang diajukan Kemenpora. “Nggak ada syara­tan-syaratan. Yang jelas PSSI menang mutlak 3-0. Kalau mau cabut, cabut aja. Nggak mau di­cabut, sudah tercabut oleh MA. Mau apa dia,” tantangnya.

Pasca dimenangkan MA, La Nyalla kini fokus menghitung berapa kerugian yang dialami PSSI gara-gara dibekuan oleh Kemenpora. Dia agaknya berniat melakukan gugatan terhadap kerugian tersebut. Berikut pernyataan La Nyalla  saat dihubungi Rakyat Merdeka (Jawa Pos Group) :

Sikap Anda pascaputusan MA seperti apa sih sebenarnya?
Yang jelas saya menunggu. Menunggu masanya kan dalam 21 hari, dicabut (SK Pembekuan PSSI) otoma­tis. Sudah harus jalan. Nah dari situ kita sudah mulai jalan dan persiapan. Harapan saya ya harus dilaksanakan oleh Menpora dong.

Kalau Menpora keukeuh nggak mau melaksanakan?
Dia kan pemerintah, dia harus beri contoh pada rakyatnya dong. Namanya juga pemerintah, negara. Kita ini kan rakyat. Tapi ingat lho, nggak akan ada negara kalau nggak ada rakyat. Jangan rakyat disuruh maunya terus.

Menpora justru sekarang sedang mempertimbangkan untuk PK pu­tusan kasasi MA itu?
Silakan, mau PK kek, mau apa kek, yang pasti ini harus dijalankan dulu. Ini kan sudah inkracht, harus dilaksanakan. Yang mau PK itu mau ngapain, belum tentu itu mau diterima PK-nya.

Sepertinya jalan ini masih pan­jang…
Ya niatnya mungkin memang mau matiin PSSI. Niatnya saja sudah berbeda kok. Kalau niatnya jelek percuma. Berjuang untuk sepakbola itu setengah mati lho, 87 tahun lho umurnya sudah. Saya cuma ingatkan lho, kualat itu nanti dia.

Untuk mencabut SK Pembekuan PSSI, Kemenpora ajukan sembilan syarat, salah satunya percepat Kongres Luar Biasa. Anda mau nggak?
Urusan apa sama dia. Dia itu su­dah kalah kok masih ngasih syarat. Nggak ada syaratan-syaratan. Yang jelas PSSI menang mut­lak 3-0. Kalau mau cabut, cabut aja. Nggak mau dicabut, sudah tercabut oleh MA. Mau apa dia. Ini jangan dipersulit, PSSI sudah menang. Dan sudah nggak butuh dicabut. Sudah tercabut otomatis. Keputusan hukum. Syarat opo me­neh. Malu-maluin.

Ada lagi syarat, agar PSSI menja­min tidak adanya pengaturan skor dan pola kartel. Kan ini memang sempat ada kasusnya tuh, kasus sepakbola gajah?
PSS Sleman itu anggotanya siapa, PSIS itu anggotanya siapa. Itu dulu orang-orang LPI, jangan salah. Bisa jadi toh, orang itu sengaja bikin ulah supaya mendiskreditkan PSSI. Orang-orang yang ngelawan kita semua itu. Ya terjadilah sekarang ini, seka­rang ini terus yang diangkat-angkat. Udahlah, kasih tahu sama dia kalau mau rebut PSSI nggak bisa, udah dijaga sama mafia, mafianya kuat di PSSI… He-he-he.

Ekses dari kasus ini, PSSI rugi banyak nggak?
Oh banyak. Sekarang saya lagi menghitung berapa ratus miliar rug­inya PSSI. Dan saya akan tuntut dia.

Minta ganti rugi sama Menpora?
Pasti. Pak Presidennya juga saya minta ganti rugi nanti.

Kalau ganti ruginya pakai uang rakyat, gimana?
Nggak ada urusan saya. Langsung masukin penjara saja. Pokoknya, negara kita itu negara hukum.

Kalau nanti SK Pembekuannya jadi dicabut?
Saya nggak lagi mikirin dicabut (SK Pembekuan PSSI) atau tidak. Sekarang saya lagi menghitung keru­giannya PSSI.

Perkiraannya berapa?
Bisa Rp 5 triliun sampai Rp 10 triliun. Saya akan tuntut sebesar-besarnya. Dan ini buntutnya panjang lho, boleh tanya ke orang hukum. Itu yang namanya Jokowi, bisa di-im­peachment lho sama rakyat jika tidak melaksanakan undang-undang. Saya sekarang lagi di Mekkah, Senin akan saya surati ke Presiden untuk perin­tahkan Nahrawi (Menpora) segera mencabut. Kalau tidak dilaksanakan, saya akan nuntut kerugian.

Berapa tenggat waktu yang PSSI berikan kepada Presiden?
Ya ada SP1, SP2, SP3. Kalau dia bisa seenaknya sendiri, saya juga bisa. Kita sudah menang kok. Jangan mentang-mentang kita rakyat, dizolimi terus. Jangan. Dia sudah salah, nggak mau menjalankan keputusan hukum.

Tapi, bahasa-bahasa negara tidak boleh kalah dari mafia. Tanggapan anda?

Terus kalau dibilang negara, rakyat apa bukan negara…. Di dalam negara itu kan ada rakyat, ada pemerintah. Kalau dibilang negara tidak boleh ka­lah dengan mafia setuju saya. Rakyat tidak boleh kalah sama mafia. Cuma tanyakan mafianya siapa? Kalau dia ngomong seperti itu sekarang saya minta bukti. Yang mafia itu siapa? Memangnya dia bukan mafia… Yang dia maksud mafia itu siapa?

Oknum di PSSI barangkali?
Dia boleh saja bilang di PSSI ban­yak mafia, saya diamkan. Sekarang saya ngomong, di Menpora banyak mafia gimana…

Ada buktinya nggak?
Kalau dia minta bukti, saya bisa buktikan. Saya akan buktikan nanti… Lho itu Andi Malaranggeng masuk penjara, Sekretarisnya masuk pen­jara. Apa bukan sudah ada bukti itu, logikanya ya. Di dalam PSSI siapa mafianya, tanya aja…

Anda merasa dianggap mafia nggak?

Oh saya Alhamdulillah, senang ka­lau dianggap mafia. Bagus. Kalau dari mulut dia ngomong La Nyalla mafia, oh tak jadi mafia bener dia nanti… Tak adilin dia… He-he-he. (rmol)

To Top