PSU Muna, Polisi dan PNS Tak Netral? – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Pilkada

PSU Muna, Polisi dan PNS Tak Netral?

FAJAR.CO.ID, KENDARI — Polisi dan Pegawai Negeri Sipil di Muna dicurigai tak bersikap netral dalam menghadapi pemungutan suara ulang di tiga TPS di Muna. Polisi dianggap ikut mendukung pasangan nomor 1, Rusman Emba-Malik Ditu (Rumah Kita), sedangkan birokrasi di Muna cenderung memihak bahkan diklaim ikut berkampanye untuk pasangan nomor 3, LM Baharuddin-La Pili (Dokter Pilihanku).

Kecurigaan kedua kubu ini berlanjut sampai di jalanan. Kamis (10/3/2016), masing-masing massa pendukung berunjuk rasa di dua lokasi berbeda, dengan tuntutan serupa yakni netralitas. Bila pendukung Dokter berdemo di Polres, maka pendukung Rusman Emba menyampaikan aspirasinya di kantor bupati Muna.

Di Polres, massa Dokter-Pilihanku yang mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Cinta Pilkada Damai menuntut Kapolres Muna untuk memberikan tindakan tegas kepada oknum polisi yang disinyalir kuat dalam bekerja di salah satu TPS tidak netral.

Menanggapi hal itu, Kapolres AKBP Yudith Satriya menegaskan pengamanan yang dilakukan di semua TPS, termasuk yang di Desa Marobo dilakukan atas permintaan masyarakat Marobo yang sudah terganggu dengan kedatangan sejumlah masyarakat. “Semua tim yang masuk Marobo kami perlakukan sama. Siapapun akan diperiksa dan dilarang menginap sehingga tidak menggangu atau mengintimidasi warga,” ujarnya.

Menurutnya, apabila ada oknum-oknum yang didapati tidak netral di lapangan, Yudith meminta untuk diabadikan dengan foto dan membawa saksinya di polisi. Pihak kepolisian siap memproses laporan tersebut. “Pangkat dan jabatan saya menjadi taruhan. Polisi bertindak netral. Tidak ada pilih kasih,” tegas mantan Kepala Detasemen Gegana Brimobda Polda Sultra itu.

Sementara itu, massa aksi pendukung Rumah-Kita, mendesak PNS lingkup Pemkab Muna agar menjaga netralitas dalam PSU mendatang. Praktek-praktek keberpihakan sejumlah oknum pimpinan SKPD dan para PNS ke pasangan lain yang terjadi pada Pilkada 9 Desember lalu, tidak boleh terulang lagi di PSU ini. “Apabila kami menemukan ada oknum PNS yang bermain politik dan turut serta mengkampanyekan salah satu calon, kami akan tindaki dengan tegas,” tutur salah seorang pendemo.

Sayangnya, tak ada Pj Bupati Muna saat demo digelar. Massa hanya ditemui Asisten I Pemkab Muna, Arman Anwar, didampingi Kabag Humas, Fajar Fariki. Menanggapi tuntutan para pendemo, Arman Anwar menjelaskan, Pemkab Muna telah mengeluarkan Surat Edaran kepada seluruh SKPD untuk menyukseskan Pilkada dan PSU ini dan posisi birokrasi berlaku netral. “Aspirasi ini akan kami lanjutkan kepada pimpinan kami,”tuturnya. (KP)

loading...
Click to comment
To Top