Tewas Saat Diperiksa, Densus 88 Dinilai Tidak Profesional – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Kriminal

Tewas Saat Diperiksa, Densus 88 Dinilai Tidak Profesional

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Kematian Siyono terduga teroris yang tewas saat diperiksa Tim Densus 88 menuai kecaman sejumlah pihak.

Anggota Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Maneger Nasution mengaku menerima laporan dari masyarakat bahwa Siyono, terduga teroris, telah meninggal dunia, Jumat kemarin (11/3/2016), dalam pemeriksaan Detasemen Khusus 88 Mabes Polri.

Menurut Maneger, sebaiknya pihak Kepolisian atau Densus 88 mengklarfikasi hal tersebut ke publik.

Menurutnya, siapa pun yang mencintai kemanusiaan tidak setuju dengan tindakan kekerasan apalagi terorisme.

“Sekira berita di atas benar adanya, ini benar-benar sudah melampaui batas kewarasan nalar kemanusiaan. Bangsa ini harus mengevaluasi Kepolisian/Densus 88,” ujar Maneger, Sabtu (12/3/2016).

Sementara Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah mengungkapkan Densus 88 tidak profesional dalam menjalankan tugasnya.

“Kami duga ada pelanggaran hak asasi manusia (HAM), dan tidak profesionalnya Densus 88,” ujar Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak kepada redaksi, Minggu (13/3).

Menurutnya, tewasnya warga yang tidak dalam status tersangka merupakan tanda tanya besar.

Apalagi, pihak kepolisian beralibi dengan menyatakan bahwa Siyono tewas karena kelelahan setelah berkelahi dengan anggota Densus 88 dalam perjalanan setelah ditangkap.

“Harus dibuktikan dengan independen. Selama ini kerja Densus 88 sama sekali tidak bisa diversifikasi pertanggungjawabannya terhadap terduga terorisme,” kata Dahnil.

Pengamat terorisme  Mustofa B. Nahrawardaya menyatakan tindaka Densus 88 merupakan kejahatan luar biasa.

“Ini adalah extra ordinary crime. Kejahatan tingkat tinggi, yang resiko dari kejahatannya dapat membunuh banyak orang. Maka dari itu, kebiasaan Densus, adalah bermain keras dan ganas, jika tidak mau saya sebut kejam,” jelas Mustofa. (pojoksulsel)

loading...
Click to comment
To Top