Kedai Kopi Ini Kabarnya Sediakan PSK Kelas Pelajar. Harganya Rp300-400 Ribu Sekali Tembak – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ragam

Kedai Kopi Ini Kabarnya Sediakan PSK Kelas Pelajar. Harganya Rp300-400 Ribu Sekali Tembak

FAJAR.CO.ID,  JAKARTA – PSK pelajar SMP dan SMA asuhan mucikari Torik Sulistiyo (50) akan dipecat dari sekolah. Hal itu ditegaskan Kepala Suku Dinas Pendidikan Wilayah I Jakarta Selatan, Nasrudin.

Nasrudin mengatakan, pihaknya akan menelusuri kasus prostitusi yang melibatkan pelajar SMP dan SMA di kedai kopi milik Torik. Jika ada pelajar SMP dan SMA yang terbukti jual diri di tempat itu, akan diberikan sanksi tegas, berupa pemecatan dari sekolah.

“Saya akan tindak lanjuti kebenaran informasi ini. Kalau terbukti (ada PSK pelajar) akan dikeluarkan (dari sekolah,” tegas Nasrudin.

Dikatakan Nasrudin, Dinas Pendidikan DKI Jakarta memiliki tujuh target operasional. Salah satunya adalah program stop perilaku menyimpang pelajar. Jika ada pelajar melakukan penyimpangan akan dikeluarkan dari sekolah.

Menurut Nasrudin, perilaku menyimpang pelajar juga merupakan kelalaian sekolah. Karena itu, pihak sekolah harus bertanggung jawab atas maraknya prostitusi di kalangan pelajar SMP dan SMA.

“Sekolah harus memberikan pembinaan karakter terhadap pelajar. Guru harus mendidik bukan hanya saat jam sekolah. Di luar kelas juga tanggung jawab sekolah,” tandas Nasrudin.

Prostitusi di kedai kopi milik Torik berhasil dibongkar polisi beberapa waktu lalu. Mucikari Torik diketahui menjual PSK pelajar kepada pria hidung belang dengan harga Rp300 ribu sampai Rp400 ribu.

Tarif tersebut dibagi dua antara Torik dan PSK Cabe-cabean. Sebanyak 50 persen untuk Torik dan 50 persen lagi untuk PSK cabean-cabean. Tapi terkadang, Torik mengambil hasil lebih dengan alasan biaya operasional.

Ada 15 cabean-cabean yang dijajakan Torik di kedai kopi. Torik juga menyiapkan kondom di tempat tersebut. Bahkan, kedai kopi milik Torik juga diduga menjadi tempat transaksi narkoba dan lokasi aborsi.

“Korbannya ya itu ada 15, sudah dibawa ke PPT untuk diberikan pemeriksaan psikologis,” ujar Kanit Reskrim Polsek Jagakarsa, AKP Hari Subeno. (one/pojoksatu)

Click to comment
To Top