WASPADA! DBD Sudah Renggut 4 Nyawa di Manado – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Kesehatan

WASPADA! DBD Sudah Renggut 4 Nyawa di Manado

FAJAR.CO.ID, MANADO – Masyarakat Kota Manado, Sulawesi Utara (Sulut) diteror wabah penyakit demam berdarah (DBD). Banyak masyarakat yang jadi korban ganasnya gigitan nyamuk Aedes aegypti itu. Berdasarkan catatan dari Dinas Kesehatan Kota Manado, sepanjang tahun 2016 saja sudah ada empat orang meninggal. Selain itu, sebanyak 159 warga terjangkit DBD.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kota Manado dr Robby Jansen Mottoh, sesuai pengamatan, penyakit yang disebabkan nyamuk Aedes aegypti ini, mempunyai siklus dan sejarah di Kota Manado. DBD mewabah hebat setiap lima tahun sekali.

“Kalau kita lihat catatannya, paling hebat itu terjadi tahun 2010, kemudian 2015, dan mungkin akan terjadi lagi di tahun 2020,” katanya.

Namun, hal tersebut tidak boleh dipandang sebelah mata. Sebab menurut Mottoh, DBD merupakan salah satu penyakit mematikan yang mengancam. Karena itu, harus cepat-cepat diantisipasi.

“Intinya, jika sudah merasakan panas lebih dari dua hari, segeralah periksakan diri ke dokter. Ingat, siklus DBD hanya sampai tujuh hari saja. Kalau tidak ditangani, mungkin tidak sampai tujuh hari, bisa langsung meninggal,” jelasnya.

Adapun gejala DBD ini sendiri, adalah  mengalami sakit kepala, muntah-muntah, dan demam. Apalagi panas yang tidak ada faktor penyebab. Seperti tidak ada luka, mata merah, luka infeksi. “Dari situ langsung ada penanganan. Kalau PCV 34 itu masih normal. Di atas 38 berarti sudah meningkat. Apalagi trombosit di bawah 250 ribu, itu sudah pasti DBD,” paparnya Mottoh.

Peningkatan angka kesakitan berarti ada angka kematian. Untuk mengurangi angka kesakitan yang bisa menyebabkan kematian, masyarakat harus tetap melakukan 3M.

“Menutup, menguras, menimbun. Juga, harus pasang obat nyamuk, kelambu, dan lainnya. Kalau panas lebih dari dua hari, ada baiknya langsung memeriksakan diri ke puskesmas,” terang Mottoh. (manado pos/hsn/JPG)

loading...
Click to comment
To Top