MV Viking Lagos, Kapal Buronan 13 Negara Takluk di Indonesia – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Nasional

MV Viking Lagos, Kapal Buronan 13 Negara Takluk di Indonesia

FAJAR.CO.ID, TASIKMALAYA – Tim Kopaska TNI AL menenggelamkan kapal asing buronan interpol di kawasan Pasir Putih, Pantai Barat, Pangandaran, Selasa (14/3). Dengan 16 kilogram bahan peledak lambung MV Viking Lagos dijebol.

Komandan Detasemen IV Kopaska TNI AL Kapten Laut (P) Edy Tirtayasa mengatakan bahan peledak yang digunakan berjenis TNT dan portex. “Kita tidak menghancurkan tapi menenggelamkan sebagaian badan kapal, wujudnya masih dibiarkan utuh,” kata dia dilansir Radar Tasikmalaya (Fajar Group).

Dia mengatakan, persiapan peledakan kapal dilakukan dalam tempo 1 jam. “Tim kita sebanyak 8 orang langsung menyiapkan bahan dalam waktu singkat,” tamahnya.

Lanjut Edy,  bahan peledakan hanya diletakan di titik-titik tertentu untuk menjaga badan kapal agar tidak hancur. “Kalau dihancurkan sangat mudah justru kita menjaga agar tidak hancur karena akan dijadikan monumen,” ungkapnya.

Mayor Wido, salah seorang anggota Tim Paskas TNI AL mengatakan, peledakan Kapal Viking Lagos di Pantai Pangandaran merupakan peledakan terkecil selama proses eksekusi kapal ilegal fishing.

Dia mengatakan, kapal Viking Lagos diberangkatkan dari Pangkal Pinang menuju Pangandaran selama satu minggu perjalanan. “Kita Singgah dulu di Jakarta kemudian melanjutkan ke Pangandaran,” ungkapnya.

Kapal MV Viking  ternyata sering berganti-ganti bendera kebangsaan. Hal tersebut disampaikan Asisten Operasi Direktur Satgas 155 Kol Laut (P) Gig JM Sipasulta. “Kalau ditanya darimana asalnya, saya pakai bendera yang terakhir dipakai yaitu Nigeria, karena kita temukan 30 bendera berbagai negara,” ungkapnya.

Kapal tersebut memiliki panjang 70 meter dengan kekuatan 1300 GT. Kapal eks kapal penangkap Jepang, itu buatan tahun 1976. Saat ditangkap terdapat 10 kru, termasuk kapten kapal dengan berbagai kewarganegaraan.

“Kaptel kapal warga negara Chili, dua orang warga negara Peru, satu orang warga negara Myanmar dan enam orang warga negara Indonesia,” kata dia.

Setelah dikandaskan, kapal tersebut akan dijadikan monumen sebagai bukti bahwa Indonesia serius dalam menghadapi ilegal fishing. “Kapal ini sudah melakukan ilegal fishing diberbagai negara,” ungkapnya. (asp/oby/yuz/JPG)

Click to comment
To Top