Dugaan Suap Pilkada Buton, Uchok: Mana Ada Kasus Tuntas di KPK – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Hukum

Dugaan Suap Pilkada Buton, Uchok: Mana Ada Kasus Tuntas di KPK

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Bupati Buton Samsu Umar Abdul Samiun mengklaim di beberapa media massa bahwa kasus dugaan suap sengketa Pilkada Buton di Mahkamah Konstitusi (MK) yang melibatkan dirinya telah tuntas. Bahkan menurutnya kasus tersebut sudah lama selesai.

“Akil Mochtar sudah divonis untuk empat dakwaan berbeda, yakni, suap, gratifikasi, tindak pidana pencucian uang (TPPU) dan pemerasan. Saya pun sudah diperiksa KPK sebanyak dua kali, bahkan memberikan kesaksian didepan persidangan satu kali, dan semua sudah terang benderang,” kata Umar Samiun seperti yang dikutip dari Kendar Pos (Fajar Group).

Selain itu, Umar Samiun mengatakan, saat ini publik juga sudah bisa menilai bahwa dalam kasus tersebut dirinya lebih kepada korban pemerasan yang dilakukan oleh Akil Mochtar. Hal itu dibuktikan dari penjelasan dihadapan penyidik dan persidangan terkait kronologis tentang aliran dana yang ia setor ke Akil Mochtar

“Jadi, bagi saya, semua sudah tutnas. Insya Allah, tidak ada lagi masalah. Biarkan kami bekerja untuk rakyat Buton. Utang saya terhadap masyarakat masih banyak yang perlu saya kerjakan,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Centre for Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi menjelaskan bahwa selama ini belum ada aturan dimana Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bisa mengeluarkan surat perintah penghentian penyidikan (SP3) terhadap sebuah kasus.

“Mana ada kasus tuntas di KPK. KPK tidak punya SP3 untuk menghentikan sebuah kasus,” papar Uchok.

Apa yang menjadi komentar dari Umar Samiun, lanjut Uchok hanyalah sebuah alasan untuk diri sendiri agar merasa nyaman dan seolah-olah tidak akan pernah dipanggil lagi oleh KPK terkait dengan kasus tersebut.

“Semua kasus yang sudah ke kuningan, tidak ada yang boleh dihentikan. Harus tetap dilanjuti oleh kpk. Jadi, kalau Umar Samiun mau bekerja silahkan bekerja. Kalau menganggap bahwa masalah KPK sudah tuntas, hanya sebuah alasan untuk diri sendiri biar merasa nyaman, dan alasan ini hanya sebuah jusfikasi agar hidup tenang seolah olah hantu KPK sudah diusir, dan tak akan pernah dipanggil-panggil lagi ke KPK,” pungkasnya.

Olehnya itu, Uchok meminta kepada KPK untuk segera menuntaskan kasus tersebut dengan melakukan langkah-langkah memanggil Umar Samiun untuk diperiksa kembali. “Dengan melakukan pemanggilan, berarti KPK tidak dituduh sebagai lembaga yang masuk angin. Tapi serius untuk menindaklanjuti kasus ini. Saya masih percaya KPK masih mengumpulkan data dan dokumen, sampai menemukan dua alat bukti,” jelasnya.

Sampai saat ini, KPK memang sudah mengantongi petunjuk yakni aliran dana Rp 1 miliar yang ditransfer oleh Umar Samiun ke rekening milik istri Akil Mochtar dari total Rp 6 miliar yang menjadi permintaan Akil Mochtar. Petunjuk kedua adalah pengakuan Umar Samiun dihadapan penyidik dan persidangan di pengadilan tipikor saat menjadi saksi dari Akil Mochtar.

“Sabar saja. Rp 1 milyar  mungkin masih satu bukti, dan mungkin KPK lagi mencari bukti lainnya. Tapi KPK itu selalu membuatkan kejutan pada semua orang. Kejutan ini akan mengejutkan, tidak seperti yang dihayalkan dan dibicarakan. Karena KPK selalu punya jalan yang aneh suka mengejutan yang mendadak,” tutupnya. (fik)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top