Jelang PSU Muna, Kartu Panggilan Mulai Dibagikan – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Pilkada

Jelang PSU Muna, Kartu Panggilan Mulai Dibagikan

FAJAR.CO.ID, RAHA – Empat hari jelang digelarnya PSU tanggal 22 Maret 2016, anggota  Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS), mulai turun lapangan membagikan surat panggilan memilih alias form C6 ke semua wajib pilih yang terdaftar di 3 TPS tempat digelarnya pemungutan suara.

“Jadi kartu panggilan itu berikan langsung ke tangan pemilih yang namanya tertera di DPT. Kalau tidak ada yang bersangkutan, jangan diberikan ke keluarganya. Misalnya, di salah satu rumah ada dua wajib pilih, lalu saat petugas datang, hanya suaminya yang ada, istrinya ke pasar, maka undangan itu hanya diberikan kepada sang suami, sedangkan istrinya, tunggu sampai pulang, dan jangan dititip,” urai Andi Irwan, anggota KPU, kepada para petugas sesaat sebelum menyalurkan form C6 itu.

Andi Arwin menambahkan, bila nantinya di lapangan ditemukan ada yang tidak memenuhi syarat saat pendistribusian formulir, harus diberikan keterangan dengan menulis kode pada lembar bagian atas. “Jadi DPT yang sudah difaktualisasi, ditulis kembali. Kalau di lapangan ditemukan tidak ada pemilihnya atau sudah meninggal, tulis sudah meninggal. Begitu juga dengan tidak memenuhi syarat jangan diberikan,” lanjut komisioner ini.

Lalu bagimana bila pemilih yang terdaftar dalam DPT, DPTH dan DPTB 2 yang diluar daerah, lantas pulang saat hari H pemilihan? Kata dia, tidak jadi masalah. C6 pemilih tersebut dipegang oleh PPS. “Tinggal datang di TPS dengan membawa indentitas diri. Nanti PPS yang akan mencocokan datanya dengan daftar pemilih, kemudian diperislhkan mencoblos,”ujarnya.

Sementara itu, untuk lokasi TPS di diputuskan untuk dipindahkan dari tempat semula. TPS 4 Wamponiki dipindahkan di gedung Sarana Olah Raga (SOR) La Ode Pandu, TPS Raha 1 dipindahkan di Gedung Olah Raga (GOR) dan TPS 1 Desa Marobo dipindahkan di lapangan sepak bola Kecamatan Marobo. “Ini dengan pertimbagan keamanan. Lokasi semula tidak layak lagi,” kata Koordinator Divisi Penyelenggara Pemilu dan Hubmas KPU Muna itu.

Kemarin, sebelum dilaksanakan pendistribusian form C6, KPU lebih awal menggelar bimbingan Tehnis (Bintek) pada seluruh badan adhoc penyelenggara pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU) di aula KPU Muna, mulai dari PPK, PPS dan KPPS ditiga TPS. Tujuannya, meningkatkan semangat kerja penyelenggara, transparan dan sesuai aturan perundang-undangan.

Ketua KPU Muna, Muhammad Amin Ranbega dalam sambutannya menekankan agar penyelenggara harus bersifat netral, melakukan sesuai ketentuan yang berlaku, jangan menerima intervensi dari pihak manapun. “Tidak boleh melenceng dari apa yang menjadi ketentuan hukum. Jangan terima campur tangan dari pihak lain. Jadi yang bertugas nanti ini merupakan orang orang pilihan KPU yang bagus kinerjanya,” ucap Amin Rambega, Kamis (17/3) saat membuka acara bintek.

Ia juga menegaskan Anggota badan adhoc jangan coba coba untuk memihak pada salah satu paslon. Karena kemarin ada beberapa yang disinyalir memihak. “Hati hati kalau ada yang memihak. Netralitas tetap dijunjung tinggi sebagai penyelenggara yang tetap independen, akuntabel dan kapabel. Pembagian kartu panggilan buktikan bahwa yang menerima betul betul pada orangnya,” tegasnya.

Sayangnya dalam bintek yang dimulai pukul 14.00 wita tak diikuti KPPS, PPS, dan PPK dari Desa Marobo kecamatan Marobo. Dengan dalih mobil yang ditumpangi mengalami kerusakan. (p10/gol)

loading...
Click to comment
To Top