Ketua Badan Kehormatan DPD RI Kagumi Sekolah Tamsil Linrung – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Nasional

Ketua Badan Kehormatan DPD RI Kagumi Sekolah Tamsil Linrung

AM Fatwa dalam kunjungan ke sekolah Insan Cendekia Madani (ICM) BSD, Tangerang, Jumat (18/3).

FAJAR.CO.ID, TANGERANG- Ketua Badan Kehormatan, Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI AM Fatwa mengunjungi sekolah Insan Cendekia Madani (ICM) BSD, Tangerang, Jumat (18/3). Mantan Wakil Ketua MPR RI ini terkagum-kagum melihat sekolah ICM yang menggambarkan pendidikan Islam sejati.

Kehadiran senator senior ini langsung di jamu oleh Ketua Dewan Pembina ICM, Tamsil Linrung, Direktur ICM Muzayyin Arif, Direktur Umum Agus Sariful Anam, Direktur Pendidikan Muhammad Subhan dan pengurus yayasan Tali Foundation.

AM Fatwa mengatakan, ini kali kedua dia mengunjungi ICM. Sekolah ini membuat dia terkagum-kagum melihat model pendidikan Islam yang sebenarnya. Mulai dari lingkungan yang bersih dan asri, fasilitas yang lengkap dan moderen, serta siswa-siswi yang sangat tertib.

“Kehadiran ICM tidak lepas dari tangan dingin Tamsil Linrung yang diberikan Allah SWT untuk mencerdaskan anak bangsa. Beliau memindahkan bentuk syurga di Tangerang dengan membangun lingkungan pendidikan berkualitas dan nyaman,” kata Fatwa dihadapan santri ICM.

Dalam pertemuan itu juga, mantan Wakil Ketua DPR RI itu memberikan sejumlah buku yang ditulisnya untuk perpustakaan ICM.

“Ini ada beberapa buku yang saya tulis, bisa disimpan di perpustakaan. Ada buku tentang meretas jalan, membentuk karakter, pengorbanan rakyat menghadapi kesulitan ekonomi, dan tentang DPD,” kata tokoh asal Sulsel ini.

Pemberian buku itupun di balas Tamsil Linrung dengan memberikan sejumlah buku yang dicetak oleh yayasan yang didirikannya, Tali Foundation.

“Ini juga ada buku untuk abang, buku yang dicetak Tali Foundation. Isinnya sangat bagus tentang paradigma baru dalam mendidik anak,” balas Tamsil, seraya memberikan buku.

Pertemuan yang berjalan santai itu, AM Fatwa memuji sosok Tamsil Linrung. Menurut dia, Tamsil adalah sosok yang sukses sebagai politisi dan pengusaha. Ini adalah modal besar untuk mengkapitalisasi perjuangan dalam mencerdaskan bangsa.

“Kita perlu berada didalam kekuasaan karena, kekuaan itu bisa dimanfaatkan untuk mendukung perjuangan. Mencerdaskan kehidupan bangsa itu bukan cuma tugas pemerintah tapi tugas negara, dan negara itu ada eksekutif, legislatif, yudikatif, dan tokoh masyarakat,” jelasnya.

Pada kesempatan itu, tokoh pergerakan yang hidup di tiga masa, yakni masa orde lama, orde baru, dan reformasi itu bernostalgia dengan perjuangan hidupnya. Pahit, getirnya perjuangan politik sudah dirasakannya. dia telah menjadi ikon perlawanan dan sikap kritis terhadap rezim otoriter orde lama dan orde baru. Itulah sebabnya sejak muda ia sudah mengalami teror dan tindak kekerasan yang dilakukan oleh intel-intel kedua rezim otoriter tersebut, hingga keluar masuk rumah sakit dan penjara.

Terakhir ia dihukum penjara 18 tahun (dijalani efektif 9 tahun lalu dapat amnesti) dari tuntutan seumur hidup, karena kasus Lembaran Putih Peristiwa Tanjung Priok 12 September 1984 dan khutbah-khutbah politiknya yang kritis terhadap Orde Baru. Jika diakumulasi, ia menghabiskan waktu selama 12 tahun di balik jeruji besi. Atas segala penyiksaan yang dialami, ia merupakan satu-satunya warga negara yang pernah menuntut Pangkobkamtib di pengadilan. (fajar.co.id)

Click to comment
To Top