Serie A Catat Prestasi Terburuk di Eropa dalam 15 tahun – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Ragam

Serie A Catat Prestasi Terburuk di Eropa dalam 15 tahun

FAJAR.CO.ID, ROMA – Sempat diyakini tengah dalam era kebangkitan layaknya periode 90-an hingga medio 2000-an, dalam dua musim terakhir Serie A Italia dijagokan bakal menggusur Liga Primer Inggris dari tiga besar koefisien UEFA.

Bukan tanpa alasan, situasinya perlahan mulai berbalik dengan tim-tim asal EPL yang terlalu sering tersingkir dini di kompetisi Eropa, sementara para wakil Serie A bangkit secara luar biasa.

Harapan untuk kembali mengirimkan empat wakil pada musim 2017/18 lantas membumbung tinggi, seiring tipisnya jarak poin koefisien yang tak pernah lebih dari empat. Jika mampu menelikung EPL musim ini, maka Serie A akan kembali mengirimkan empat wakilnya di Liga Champions, dengan total tujuh wakil di kompetisi UEFA.

Sayang, harapan tinggal harapan, karena faktanya Serie A justru mengalami kejatuhan luar biasa di kompetisi Eropa musim 2015/16 ini, sehingga mereka dipastikan gagal menyeret EPL dari tiga besar koefisien UEFA.

Seperti dilansir Foobtall Italia, musim ini Serie A pun mencatat prestasi terburuk di kompetisi UEFA dalam 15 tahun terakhir!

Kepastian itu hadir seiring kekalahan mengejutkan Lazio di Olimpico Roma dari Sparta Praha, pada leg kedua babak 16 besar Liga Europa. Sukses menahan sang wakil Republik Ceko 1-1 pada leg pertama, Tim Elang Muda justru menelan kekalahan telak 3-0 di pertemuan kedua. Mereka pun tersingkir lewat agregat 4-1.

Kekalahan tersebut melengkapi penderitaan AS Roma dan Juventus di Liga Champions. Roma terhenti di babak 16 besar lewat agregat 4-0 melawan Real Madrid, sementara Juve secara dramatis harus mengakui keunggulan Bayern Munich melalui agregat 6-4.

Derita hebat ini sejatinya sudah ditandai oleh kegagalan lebih dini tiga wakil lainnya di kompetisi UEFA. Sampdoria mengawali dengan secara memalukan kalah dari tim antah berantah, Vojdovina Novi Sad, di babak play-off Liga Europa lewat agregat telak 4-2.

Fiorentina kemudian menyusul di babak 32 besar dalam ajang yang sama, lantaran tak kuasa menahan laju Tottenham Hotspur. Masih di ajang yang sama, Napoli yang sejatinya tengah bangkit di Serie A, juga terhenti di fase serupa melawan Villarreal.

Hasil-hasil tersebut menjadikan Serie A untuk kali pertama gagal mengirimkan satu pun wakilnya di babak perempat final kompetisi UEFA, sejak terakhir terjadi di musim 2000/01 silam.

Kala itu, meski mampu mengirimkan delapan wakil di kompetisi UEFA lantaran menempati peringkat pertama koefisien, tak satu pun wakil Serie A yang mampu menembus babak perempat-final.

Diawali oleh FC Internazionale, yang secara mengejutkan disingkirkan oleh Helsingborg dari play-off Liga Champions lewat agregat 1-0. Terlempar ke Piala UEFA, langkah I Nerazzurri lantas terhenti di babak keempat atau 16 besar lantaran kalah dari wakil La Liga Spanyol, Deportivo Alaves.

Nasib buruk Inter Piala UEFA juga menimpa Roma dan Parma yang tersisih di fase yang sama. Sementara itu Udinese sudah pulang di fase yang lebih dini, yakni di babak kedua. Pencampaian paling mengenaskan menimpa Fiorentina, lantaran langsung tersingkir di laga perdananya di babak pertama dari wakil Austria, Tirol Innsbruck.

Di ajang Liga Champions, AC Milan dan Lazio hanya mampu melenggang hingga babak kedua fase grup atau 16 besar. Sementara Juve menorehkan catatan terburuknya di ajang prestis tersebut, dengan jadi juru kunci babak pertama fase grup.

Dengan pengulangan prestasi buruk tersebut musim ini, tampaknya para penggemar Serie A harus menambah lagi level kesabarannya untuk menyakiskan kembali wakil Negerei Pizza berjaya di Benua Biru.(goal)

loading...
Click to comment
To Top