Gila, Dukun Ini Ngaku Bisa Gandakan Uang Hingga Miliaran Rupiah – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Daerah

Gila, Dukun Ini Ngaku Bisa Gandakan Uang Hingga Miliaran Rupiah

FAJAR.CO.ID, SITUBONDO – Suraida, anggota DPRD Luwuk, Sulawesi Tengah, begitu percaya dengan dukun bernama Tedi Rahmat Romadoni, 23, warga Kaliwates, Jember. Saking percayanya, Suraida sudah menyerahkan yang sebesar sebesar Rp 1,316 miliar agar bisa digandakan menjadi Rp 25 miliar.

Sayang, keahlian Tedi tak terbukti. Dia adalah penipu. Modusnya, Tedi memperdayai korbannya dengan berkedok dan mengaku sebagai dukun pengganda uang.

Tedi pun dibekuk Tim Anti-Bandit Satreskrim Polres Situbondo kemarin dini hari (22/3).

Tidak mudah bagi petugas meringkus dukun palsu tersebut. Sebab, di sekitar rumah Tedi, dipasangi kamera pengintai atau CCTV untuk mengetahui siapa saja yang datang ke rumahnya.

Pada Senin malam (21/3) sejumlah polisi sebetulnya sudah mengepung rumah Tedi. Begitu petugas menerobos masuk ke rumah, Tedi yang mengetahui melalui CCTV berusaha bersembunyi.

Namun, Tedi tidak mengira bahwa rumahnya benar-benar dikepung polisi dari berbagai penjuru. Akhirnya, Tedi dapat diringkus dari kolong tempat tidur.

Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti. Petugas menemukan puluhan keris yang selalu dibawa setiap kali Tedi melakukan penipuan. Ada juga uang mainan atau uang palsu pecahan Rp 100 ribu sebanyak 79 lembar, mobil, tiga kartu ATM, kemenyan, dan sebuah benda yang diyakini sebagai jenglot (raga makhluk halus).

Kepada wartawan, Tedi membantah sudah menilap uang Rp 1,3 miliar. ’’Bukan Rp 1,3 miliar, saya hanya tahu Rp 800 juta. Saya juga dapat bagian Rp 200 juta,’’ katanya.

Sebagian uang tersebut dibelikan mobil dan sisanya habis untuk foya-foya.

Menurut Kasatreskrim Polres Situbondo AKP Riyanto, kasus penipuan dengan modus penggandaan uang itu dilaporkan ke Polda Jatim. Namun, kasusnya diserahkan ke Polres Situbondo karena lokasi kejadiaan berada di Situbondo.

’’Pelakunya masih dalam pemeriksaan. Kasus ini akan kita kembangkan karena ada beberapa orang yang ditetapkan sebagai DPO. Semoga para pelaku lain cepat ditangkap,’’ tuturnya.

Berdasar informasi, kasus penipuan modus penggandaan uang yang dialami Suraida terjadi pada September 2015. Dia menyerahkan uang melalui Gatot Margono, 57, warga Luwuk Banggai, Sulawesi Tengah, untuk digandakan.

Dengan membawa Rp 750 juta, Gatot lalu menemui Tedi di Desa Pasir Putih, Kecamatan Bungatan, Situbondo. Gatot menyerahkan uang itu kepada Tedi untuk digandakan menjadi Rp 25 miliar.

Konon, pertemuan di sebuah tempat di Desa Pasir Putih tersebut kemudian dilanjutkan dengan pelaksanaan ritual peng- gandaan uang.

Saat ritual berlangsung, uang Rp 750 juta diserahkan Tedi kepada dua temannya berinisial INN dan SLM. Setelah sehari semalam ritual dilakukan, INN kemudian menelepon Suraida dan menyatakan uang Rp 25 miliar sudah tercetak.

Nah, penipuan itu tidak berhenti sampai di situ. Selesai melakukan ritual, Tedi dan teman-temannya meminta lagi Rp 311 juta. Permintaan tersebut ditolak oleh Gatot dengan alasan uang dari Suraida sudah habis.

Atas penolakan itu, pelaku berinisiatif menelepon Suraida guna meminta uang tambahan. Suraida kemudian mentransfer Rp 566 juta ke rekening INN.

Setelah uang yang ditransfer masuk ke rekening, pelaku mengaku sanggup mengirimkan uang hasil penggandaan sebesar Rp 25 miliar pada 28–30 September 2015.

Sayangnya, janji Tedi dan teman-temannya tidak terbukti. Aksi tersebut hanya kedok penipuan. Uang yang dijanjikan tidak pernah dikirim. Kasus itu selanjutnya dilaporkan ke Polda Jatim.(rri/c20/dwi)

Click to comment
To Top