Ruas Jalan di Kota Makassar Banjir, Netizen: Pinjam Ahok – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Makassar

Ruas Jalan di Kota Makassar Banjir, Netizen: Pinjam Ahok

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR- Hujan yang mengguyur Makassar, Rabu (23/3) kemarin, ternyata menggenangi sejumlah ruas jalan pada kendaraan di Makassar. Parahnya, banjir setinggi 30 – 40 centimeter tersebut juga didapati di depan Kantor Gubernur Sulsel.

Banjir depan kantor Gubernur semalam sontak membuat masyarakat berlomba bersuara di media sosial. Salah satunya di tulis pemilik akun BlackBerry Messenger Ari Kasim. “Depan Kantor Gubernur Banjir, pinjam AHOK”, tulisnya. Bahkan ada juga yang menulis status di BBMnya “JL Urip RIP Total”, Reaksi netizen juga disuarakan di media sosial Path.

Seperti yang di tulis pemilik akun Andi Awal di dinding medsosnya “Makassar ta tidak rantasa, tapi banjir tawwa”, kutipnya singkat. Hal ini membuat adanya pembiaran dari Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo dan Wagub Agus Arifin Nu’mang.

Sebab diketahui, SYL saat ini berada di Soppeng untuk mengahdiri hari jadi Kota Kalong tersebut. Bukan hanya itu, Gubernur dua perioede itu tengah sibuk mengumpulkan pundi-pundi suara untuk maju Calon Ketua Umum Golkar di Munaslub.

Sementara Agus sendiri juga sibuk mempersiapkan diri untuk maju di Pilgub Sulsel 2018 mendatang. Kedua pejabat Pemprov ini sangat sibuk sehingga luput dengan masalah banjir yang selalu melanda depan kantor Gubernuran.

Beragam upaya telah dilakukan untuk mengatasi hal tersebut, tetapi tidak membuahkan hasil. Salah satunya, Satker Jalan Metropolitan BBPJN VI Makassar telah meninggikan jalan beberapa centimeter.

Bahkan, diketahui, Dinas PU Kota Makassar pun sudah mengucurkan anggaran Rp1,3 miliar tahun 2015 lalu untuk membenahi drainase. Kepala BBPJN VI Makassar Dede Permadi Sjamsudin mengaku bahwa genangan air tersebut disebakan oleh drainase kawasan, bukan semata-mata drainase jalan.

“Diperlukan sinergitas program penanganan sistem drainase, utamanya untuk pembuangan ke outlet akhir,” ujarnya melalui pesan singkat, Selasa (23/3 Sebelumnya, Pejabat Pembuat Komitmen Makassar-Takalar Satker Jalan Metropolitan BBPJN VI, Marlin Ramli menjelaskan, genangan air yang terjadi di lokasi tersebut disebabkan oleh medan yang berbentuk cekungan.

Dikatakannya, kondisi ini diperparah dengan aliran drainase yang ikut membentuk cekungan. Tahun lalu, pihaknya akan melakukan penggalian drainase di depan Mal Nipah-nipah di samping kantor gubernur. Namun, konstruksi mal sudah dimulai sehingga pelaksana meminta agar diberi waktu. “Saluran air di sana ada sekira dua meter yang harus digali. Perjanjiannya ketika itu, pemilik mal bersedia menggali sendiri.

Tetapi sampai sekarang belum dilakukan,” ungkapnya. Padahal, pihaknya kembali sudah bersurat Februari lalu. Namun, pihak pelaksana pembangunan mal masih meminta waktu. “Posisi drainase di sana memang tinggi. Makanya, air yang mengalir tepat di depan kantor gubernur itu mengalir ke jalan dan menggenang di lajur arah Panaikang.

Padahal seandainya di sana bisa digali, air bisa langsung mengalir melewati drainase depan UMI ldan terus ke Kanal Pampang,” jelasnya. (ril/C/uki/Rakyatsulsel.com/fajar)

Click to comment
To Top