Belasan Jam Kritis, Korban Penembakan di ATM Sadarkan Diri – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Hukum

Belasan Jam Kritis, Korban Penembakan di ATM Sadarkan Diri

pojoksulsel-korban-ditembak-di-kantor-pengisian-atm-2-730x350

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Kahar Daeng Parau (43) yang ditembak sebanyak empat kali oleh petugas Pam Obvit Polda Sulsel di Kantor PT Kelola Jasa Artha, perusahaan yang bergerak di bidang jasa pengisian uang anjungan tunai mandiri (ATM) di Kompeks IDI, Kelurahan Masale, Kecamatan Panakkukang, Makassar, akhirnya sadarkan diri.

Kahar sudah melewati masa kritis, Jumat (25/3) petang, di ruang ICU  Rumah Sakit Umum Wahidin Sudirohusodo.

Kahar terpaksa dilarikan ke RSU Wahidin Sudiro Husodo pada Jumat subuh sekitar pukul 03.55 Wita karena tidak sadarkan diri usai ditembak dengan senjata laras panjang semi otomatis jenis  SS.1  V.2 kaliber 4 milimeter.

Kahar menderita luka tembak di bagian dada kiri tembus ke ketiak belakang, peluru juga mengenai bagian tengah dada kirinya dan perut sebelah kanan.

Salah satu keluarga Kahar, Iccang mengatakan, saat ini korban sudah dipindahkan ke ruang Unit Gawat Darurat (UGD) RSU Wahidin Sudirohusodo. Dia sempat kritis hingga 14 jam sebelum di ICU sebelum aksirnya sadarkan diri pada petang tadi.

“Sudah sadar mi om ku. Sekarang sudah bisa dia gerakkan tangannya. Tapi belum bisa banyak bicara,” kata Iccang saat dihubungi, Jumat (25/3/2016) malam.

Iccang menyayangkan tindakan aparat kepolisian yang menembak Kahar hingga mengenai dada dan perut. Menurutnya, pihak kepolisian telah berlaku sewenang-wenang.

“Sedangkan pencuri saja kalau melawan, yang dilumpuhkan itu kakinya. Ini kok yang ditembak malah dadanya sama perut,” kata Iccang.

Terpisah, Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Sulsel Kombes Pol Frans Barung Mangera mengatakan, oknum polisi yang melaukan penembakan Bripka Andi masih diperiksa penyidik Propam Polda Sulsel.

Barung menjelaskan, Propam juga akan memeriksa kemungkinan terjadinya kesalahan prosedural dalam penindakan oleh aparat kepolisian. Sebab tembakan peringatan langsung mengenai yang bersangkutan.

“Informasinya sudah diamankan CCTV di lokasi kejadian. Kalau untuk dugaan pidananya akan diselidiki Polrestabes Makassar,” kata Barung Mangera.

(muh fadli/pojoksulsel)

loading...
Click to comment
To Top