Tiga Tahun Meresahkan Warga, Perampok Ini Ditembak – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Kriminal

Tiga Tahun Meresahkan Warga, Perampok Ini Ditembak

FAJAR.CO.ID, PEKANBARU – Usai sudah petualang ALS. Bandit kelas kakap yang sudah beraksi di Kota Pekanbaru sejak tahun 2013 itu berhasil dilumpuhkan tim Opsnal Polsek Limapuluh.

Keberadaan pria 21 tahun ini terendus saat berada di Kampung Toba, Jalan Sei Duku, Kecamatan Limapuluh, Pekanbaru, Riau. Kamis (24/3) sore itu, ia sempat mencoba melarikan diri. Sehingga petugas melumpuhkan kaki kanannya dengan timah panas.

Saat dilakukan penggeledahan, petugas mengamankan sejumlah barang bukti diduga hasil kejahatan ALS. Di antaranya satu unit sepeda motor Yamaha Mio hitam, satu unit mobil pick up Mitshubisi dan satu unit handpnohe. Satu kunci letter T juga ikut disita.

Usut punya usut, ternyata ALS beraksi tidak sendirian. Melainkan bersama temannya berinisial Er. Mereka pernah merampok dengan menggunakan senjata api (senpi). Sayang, Er belum berhasil ditangkap.

Hasil pemeriksaan sementara, ALS mengaku sudah melakukan aksi kejahatan sebanyak 18 kali di berbagai tempat kejadian perkara (TKP). Katanya dimulai tahun 2013 lalu. Yakni pencurian uang Rp 15 juta dalam kapal di Sungai Duku dan pencurian burung di wilayah Kulim, Ternayan Raya.

Kemudian tahun 2014, kejahatan ALS tercatat sebanyak empat kali di berbagai TKP. Di antaranya pencurian sepeda motor di Suram, Kampar, Riau, perampokan di Jalan Lintas Timur menggunakan senpi dengan sasaran mobil buah, pencurian baterai truk Fuso di peti kemas dan pencurian velg truk 5 unit.

Kejahatan ALS kembali terulang di tahun 2015 sebanyak enam kali. Ia melakukan pencurian di rumah kos di daerah Pandau Permai dan pencurian sepeda motor di Pasir Putih, Kampar. Lalu pencurian sepeda motor di Jalan Tuanku Tambusai, bongkar rumah di wilayah Kecamatan Tampan dan aksi pecah kaca mobil di Rumbai dan di Jalan Air Hitam.

Di tahun 2016, ALS melakukan aksi kejahatan sebanyak lima TKP. Yakni, menjambret di Jondul Lama, pencurian sepeda GT hitam di Jalan Kuantan, pencurian sepeda Polygon di Jalan Kampar, pencurian mobil L-300 di Bukit Raya dan pencurian kucing anggora di Jalan Sutomo.

Kanit Reskrim Polsek Limapuluh Ipda KF Sinuraya SH menerangkan, kasus ALS dalam pengembangan, karena masih ada pelaku lain yang masih pengembangan. Sedangkan ALS yang ditembak kakinya dirawat di RS Bhayangkara Polda Riau.

‘’Masih kita lakukan pengembangan, karena dari data kita ada 17 TKP. ALS kurang kooperatif saat dilakukan penyidikan,’’ terang KF Sinuraya. (MXK/ray)

loading...
Click to comment
To Top