Hari Ini, SBY Gembleng 250 Kader Terbaik Partai Demokrat – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Politik

Hari Ini, SBY Gembleng 250 Kader Terbaik Partai Demokrat

FAJAR.CO.ID, BOGOR – Sebanyak 250 kader terbaik Partai Demokrat (PD) se- Indonesia akan digembleng oleh Ketua Umum Susilo Bambang Yudhoyono, hari ini, (28/3).

Penggembelengan itu bagian dari tur de Java, Partai Demokrat. Pada penataran ini, selain SBY ke-250 partai berlambang bintang mercy itu akan dilatih menteri yang pernah tergabung dalam Kabinet Indonesia Bersatu (KIB), pada bidang perekonomian, politik, hukum, keamanan serta kesejateraan rakyat.

Penataran ini berlangsung di Hotel Novotel Bogor Golf and Convention Center, 28 Maret hingga 2 April 2016.

Ketua Divisi Komunikasi Publik, DPP PD Imelda Sari mengungkapkan, peserta penataran yang berjumlah ke-250 orang kader tersebut terdiri dari para pejabat utama DPP Partai Demokrat, anggota fraksi Demokrat di DPR, serta Pimpinan 34 DPD se-Indonesia.

“Selama sepekan itu ke-250 kader tersebut akan dilatih untuk menjadi seorang pemimpin,” ungkap saat bertandang ke Gedung Graha Pena Radar Bogor (Fajar Group), Minggu (27/3).

Dia menyebutkan, di hari pertama penataran, SBY akan menyampaikan tentang negara, pemerintah dan sistem nasional. Kemudian pada hari selanjutnya pelatihan ini akan diisi oleh pembicara dari mantan menteri di KIB.

Seperti Hatta Rajasa yang akan menjelaskan ekonomi, Joko Suyanto yang memaparkan tentang Politik, Hukum dan Keamanan. Sementara untuk persoalan perekonominan global dan geopolitik dunia akan disampaikan oleh Chairul Tanjung dan Dino Patti Djalal.

Selanjutnya, tentang kesejahteraan rakyat, yang akan diisi Muhammad Nuh, Linda Gumelar, Mary Elka, dan Gita Wirjawan. “Di hari terakhir, pak SBY juga kembali akan memberikan pemahaman cara memenangkan kampanye, ketika kita berada di ruang publik,” beber Imelda.

Dia menyebutkan, pada acara ini SBY akan menampung tentang perosalan di tingkat lokal hingga interlokal. Nantinya SBY akan memberikan solusi dan pandangan atas persoalan tersebut.

“Permasalahan bagaimana cara saat menghadapi krisis ekonomi, tentang ancaman kedaulatan yang saat ini terjadi, salah satunya kasus Natuna. Lalu di bidang kesra dan yang juga fokus kami saat ini adalah soal nasib dunia sepakbola kita. Menurut kami, pembekuan PSSI segera dicabut,” bebernya. (izo/iil/JPG)

To Top