Orang Tua Korban Salah Tembak Bakal Ambil Langkah Hukum – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Kriminal

Orang Tua Korban Salah Tembak Bakal Ambil Langkah Hukum

162236_452521_salah_tembak

FAJAR.CO.ID, SERANG – Korban salah tembak, Yudisitra Ahmad, terpaksa dilarikan ke Rumah Sakit akibat timah panas yang menembus di lengannya, bukan saja terkena timah panas, Bocah SMA ini juga mengaku di keroyok oleh Anggota Kepolisian yang berjumlah 4 orang.

Peristiwa Naas itu membuat Orang tua Yudistira Ahmad  naik pitam. Bagaimana tidak,  Tanpa mengajukan pertanyaan, siswa SMA itu  ditembak dan dikeroyok oleh oleh aparat kepolisian  karena mengira resedivis yang tengah menjadi buron.

Ella Fadilah‎ (40), ibu Yudistira, mengaku bertekad membawa kasus salah tembak ini ke ranah hukum. “Ini anak pertama saya. Saya sudah lama ingin punya anak. Setelah punya, kami besarkan sepenuh hati. Tapi tanpa salah apa-apa, tiba-tiba seperti ini,” ujar Ella saat ditemui di Rumah Sakit Bedah Benggala, Kota Serang, Senin (28/3).

Ella mengaku akan menyampaikan hal tersebut secara langsung kepada Kapolda Banten Brigjen Boy Rafli Amar. “Yang bikin saya tidak terima, sudah diborgol, dipukulin. Saya akan meminta ke pak kapolda. Tadi katanya ada polisi mau ke sini,” ujarnya.

Seperti diketahui, Yudistira Ahmad (16), warga Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang, ditembak polisi pada Jumat (25/3) lalu. Lengan kanannnya yang kena peluru sudah mendapat tindakan medis di RS Bedah, Benggala, Kota Serang. Siswa kelas 1 SMA Mathla’ul Anwar Menes ditembak polisi saat anggota Buser Polsek Carita mengejar residivis bernama Yuda di Kampung Lewiliang, Desa Kananga, Kecamatan Menes.

Kapolres Pandeglang AKBP Widiatmoko melalui sambungan telepon, Minggu (27/3/2016), menjelaskan, tembakan anggota Buser Polsek Carita meletus mengenai lengan kanan korban hingga tembus ke bagian belakang. “Petugas mengira korban adalah Yuda. Dia (Yuda) memang residivis yang sudah lama menjadi incaran polisi,” jelas Kapolres. (BAYU/dil/jpnn/fajar)

loading...
Click to comment
To Top