Ledakan Bom di Kampus UHO, Kapolda Sultra: Instruktur Sudah Berpengalaman – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Nasional

Ledakan Bom di Kampus UHO, Kapolda Sultra: Instruktur Sudah Berpengalaman

Kapolda Sultra Brigjen Pol Agung Sabar Santoso

FAJAR.CO.ID, KENDARI – Kapolda Sulawesi Tenggara Brigjen Pol Agung Sabar Santoso menegaskan kejadian ledakan granat dalam proses pelatihan Satpam di Kampus Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari bukan merupakan hal yang disengaja. Kejadian tersebut adalah murni kecelakaan hingga mengakibatkan adanya korban jiwa.

Ledakan tersebut terjadi ketika satu dari dua instruktur yakni Brigadir Haidir yang merupakan salah satu anggota Gegana Sat Brimob Polda Sultra tengah memperkenalkan jenis-jenis bahan peledak dihadapan puluhan satpam UHO yang mengikuti pelatihan dasar Satpam yang diselenggarakan atas kerjasama antara pihak UHO dan Polda Sultra selama 20 hari. Namun, kegiatan tersebut baru berjalan selama 10 hari.

Kepada awak www.fajar.co.id, Kapolda mengungkapkan bahwa Brigadir Haidir bersama dengan Aiptu Safrudin adalah anggota yang memang sudah berpengalaman dalam penanganan dan penggunaan bahan peledak.

“Iya instrukturnya adalah anggota Brimob Gegana yang dalam tugas berpengalaman dalam penanganan bahan peledak. Ini semua kecelakaan, kita doakan semoga almarhum diterima disisi-Nya. Amin,” kata Agung.

Mengenai penggunaan bahan peledak, lanjut Agung, memang selama ini dalam proses pelatihan maupun simulasi pihaknya selalu menggunakan bahan peledak maupun senjata api yang asli. Namun, dalam proses pelatihan harus tetap didampingi oleh tim Gegana Brimob dari unit penjinak bom.

“Selama ini dalam latihan memang menggunakan bahan yang asli seperti senjata api dan bahan peledak dan pelatihnya harus dari Gegana Brimob unit Jibom,” tambahnya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sultra AKBP Sunarto menambahkan, penyampaian materi yang dilakukan oleh instruktur adalah materi perkenalan senjata dan bahan peledak. “Senjata dan bahan peledak itu hanya diperkenalkan dengan menunjukkan barang yang asli kepada para peserta. Jadi, itu bukan pelatihan menggunakan senjata dan bahan peledak, tapi pelatihan perkenalan,” papar mantan Kapolres Baubau ini.

Saat ini, pihaknya tengah mengumpulkan barang bukti dan meminta keterangan para saksi mata untuk mencari tahu apakah ada unsur kelalaian dalam proses pelatihan. “Masih didalami apakah ada unsur kelalaian atau tidak dalam  proses pelatihan,” tutupnya.

Untuk diketahui, atas kejadian naas tersebut mengakibatkan empat orang meninggal dunia dan delapan diantaranya mengalami luka-luka serius dan kini masih menjalani perawatan di rumah sakit. (hrm)

Korban meninggal:

  1. Brigadir Haidir (anggota Polri)
  2. Kaharudin (satpam UHO) meninggal di Rumah Sakit Abunawas
  3. Jufriady (satpam UHO)
  4. Supriadi (satpam UHO)

Korban luka-luka:

  1. Asis (30) warga Kabupaten Muna (satpam UHO)
  2. Jaimin (30) warga Kabupaten Muna (satpam UHO)
  3. Imron (33) warga Kabupaten Muna (satpam UHO)
  4. Fajar (33) warga Kabupaten Muna (satpam UHO)
  5. Laode Fanani (32) (satpam UHO)
  6. Hardiman (20) warga Kabupaten Muna (satpam UHO)
  7. Arham (29) (satpam UHO)
  8. Aiptu Safrudin (42) anggota Gegana Sat Brimob Polda Sultra

 

loading...
Click to comment
To Top