Pakar Hukum: Hubungan Indonesia Israel Tidak Akan Pernah Ada, Sampai…. – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Internasional

Pakar Hukum: Hubungan Indonesia Israel Tidak Akan Pernah Ada, Sampai….

Israel-block

FAJAR.CO.ID, JAKARTA-Pakar Hukum International, Hikmahanto Juwana mengatakan, hubungan Indonesia dan Israel tidak akan pernah berubah selama Israel masih menjajah Palestina dan tidak mengakui Palestina sebagai negara merdeka.

Indonesia memiliki landasan konstitusi yang tidak bisa diubah hanya karena pernyataan PM Israel, Benjamin Netanyahu bahwa hubungan Israel dan Indonesia harus berubah dan bahwa alasan yang ada selama ini sudah tidak relevan.

“Yang pasti dalam menjalin hubungan dengan Israel, masalah Palestina harus menjadi pertimbangan. Sampai saat ini kita tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel karena penjajahan yang dilakukan Israel di Palestina yang bertentangan dengan konstitusi kita, yang menentang segala bentuk penjajahan dan keinginan kita yang tertuang dalam konstitusi, untuk menghapus semua bentuk penjajahan di dunia ini,” ujar Hikmahanto ketika dihubungi wartawan, Selasa (28/3).

Kalaupun Indonesia mau menjalin hubungan diplomatik, maka hanya ada dua cara yaitu mengganti konstitusi kita dan menghapus kalimat menentang penjajahan yang menurutnya, sangat tidak mungkin dilakukan, atau dengan cara lain dimana Israel harus mengakui kemerdekaan Palestina.

“Kalau belum melakukan itu, maka sampai kapan pun Indonesia tidak akan menjalin hubungan dengan Israel,” tegasnya.

Menurut Hikmahanto, meski  Netanyahu mengatakan kondisi dunia sudah berubah sehingga diperlukan perubahan hubungan Indonesia dengan Israel, namun menurutnya Netanyahu lupa bahwa konstitusi Indonesia belum berubah.

“Kita justru harus memanfaatkan konstitusi kita untuk menekan Israel mengakui kemerdekaan Palestina kalau mau menjalin hubungan dengan Indonesia,”ujar Guru Besar Hukum Universitas Indonesia ini lagi.

Ditanyakan mengenai kunjungan wartawan senior Indonesia ke Israel, Hikmahanto menjelaskan bahwa pers memang memiliki kebabasan yang harus dihormati untuk mencari berita kemanapun itu, dan tidak ada yang bisa melarangnya. Namun demikian dalam pelaksanaan kebebasan pers dalam mencari berita, perlu juga diperhatikan apa  yang menjadi konsern dari pemerintah dan rakyat Indonesia.

“Saya tidak mau mengatakan menyesalkan para wartawan ke Israel, karena ini termasuk kebebasan pers. Tapi saya berharap para wartawan sendiri harus memperhatikan apa yang menjadi konsern rakyat dan pemerintah Indonesia,” tandasnya.

Sebelumnya dalam lama resmi kementrian luar negeri Israel (beritanya di sini ) Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu,pada Senin 28 Maret 2016 kemarin diberitakan bertemu dengan delegasi wartawan-wartawan senior Indonesia yang datang ke israel atas undangan dan inisiatif kemenlu Israel. (ist)

loading...
Click to comment
To Top