Protes Mantan Ketua KPK ini, untuk Parpol, Koruptor Sampai Bebek Nungging – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Ragam

Protes Mantan Ketua KPK ini, untuk Parpol, Koruptor Sampai Bebek Nungging

Taufiqurrahman Ruki

FAJAR.CO.ID, JAKARTA- Beredarnya surat terbuka mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Taufiqurrahman Ruki mengundang banyak reaksi. Sebagian orang menyayangkan tapi sebagian lagi setuju dengan isi surat.

Dalam suratnya, Ruki mengatakan negeri ini sudah dikuasai oleh para komparador, traitor dan koruptor yang merampas hak-hak bangsa untuk hidup sejahtera. Karena itu Ruki antara lain bertanya kemana perginya keberpihakan kita kepada rakyat dan kaum melarat? Dimana sekarang berada tekad padamu negeri kami berbakti, bagimu negeri kami mengabdi?

Masih dalam suratnya, Ruki menyatakan saat ini Indonesia sudah jauh menyimpang dari tujuan awal pembentukannya meski pun masih bernama NKRI. UUD 1945 sudah dipreteli, bahkan burung Garuda yang jadi lambang negara sudah disebut Bebek Nungging, kata Ruki geram sembari menutup suratnya dengan ajakan: “Mari Bung Rebut Kembali.”

Menanggapi surat terbuka Ruki itu, Koordinator Forum Rakyat, Lieus Sungharisma, mendesak agar elit politik sudi introspeksi diri.

“Surat pak Ruki itu tidak akan muncul kalau elit politik di negeri ini terbuka hati nuraninya. Surat itu muncul karena selama ini elit partai politik buta dan tuli,” katanya kepada redaksi, Senin (28/3).

Seharusnya, kata Lieus, pejuang seperti Ruki sudah tinggal menikmati masa tuanya. Tapi karena kondisi bangsa ini tidak juga membaik, Ruki terpaksa harus turun gunung lagi.

“Ini jelas tidak baik. Generasi penerus yang kini memimpin bangsa dan negara ini, yang kini duduk enak menikmati kursi kekuasaan di legislatif, eksekutif dan legislatif, harusnya malu,” ujar Lieus.

Lieus pun mencontohkan apa yang terjadi di Jakarta.

“Lihatlah bagaimana rakyat digusur-gusur atas nama pembangunan yang tak jelas arah dan tujuannya. Hanya demi keindahan kota, rakyat harus digusur dari tempat tinggalnya,” katanya.

“Padahal, kalau hanya untuk keindahan, kan cukup ditata ulang saja? Kenapa orang-orang miskin itu harus digusur dan disingkirkan? Ini karena gubernur Jakarta sekarang sangat berpihak pada kaum kapitalis,” tukas Lieus. [wah]

loading...
Click to comment
To Top