Ketua LSM Dituntut 4,5 Tahun Penjara – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Daerah

Ketua LSM Dituntut 4,5 Tahun Penjara

LegalPic1

FAJAR.CO.ID, SAMARINDA – Sidang kasus penyelewengan bansos yang di dalam persidangan menyebut nama Gubernur Kaltim dan Wali Kota Samarinda, berlanjut. Terdakwa Abdul Sani, ketua LSM Aswari yang menggunakan bansos untuk bayar utang itu dituntut pidana penjara 4,5 tahun.

Ditambah denda 50 juta subsider enam bulan kurungan. Terdakwa juga dituntut membayar uang pengganti kerugian keuangan negara sebesar Rp 450 juta subsider 2,5 dua tahun penjara. Persidangan sempat tertunda tiga kali, lantaran terdakwa Abdul Sani mengaku akan mengembalikan kerugian negara.

Majelis hakim memberi kesempatan. Namun, janji Sani tidak terealisasi. Akhirnya, agenda persidangan masuk ke dalam penuntutan. Di hadapan majelis hakim, Sani bercerita bahwa LSM tersebut berjaringan nasional. Dia menjabat ketua Aswari Kaltim sejak 2006.

Sani mengaku menggelar rapat kerja nasional (rakernas) pada 2010. Untuk menyukseskan acara tersebut, Sani mendulang dana dari berbagai pihak. Dalam persidangan itu, Sani mengaku menghadap Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang. Dia menyebut, Jaang menjanjikan bantuan dana sebesar 50 persen asalkan bisa menjadi ketua dari organisasi itu. “Saat itu dekat pilkada,” kilah terdakwa.

Mendapat janji 50 persen bantuan dana kegiatan dari Jaang, Sani dengan percaya diri menjalankan kegiatan dan memasang baliho di berbagai titik. Mulai Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman hingga ke Pelabuhan Semayang, Balikpapan.

Namun sayang, janji hanyalah janji. Bantuan dana 50 persen dari Jaang itu, kata Sani, tak pernah ada. Tutur dia, panitia kegiatan kala itu kecewa dengan sikap Jaang.

“Hingga detik ini saya duduk di kursi pesakitan, tak ada satu rupiah pun dana itu saya terima dari Jaang. Ada ditawarkan bantuan Rp 10 juta, tapi tidak saya ambil karena tak pantas kegiatan nasional seperti ini memberikan bantuan hanya segitu,” ucap dia.

Kegiatan berjalan dengan meminjam dana dari berbagai pihak. Dia bersikeras melaksanakan kegiatan itu karena kepalang janji dengan ketua umum di Jakarta. Tak hanya Jaang, nama Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak juga disebutnya di muka majelis hakim.

“Dulu, gubernur janji bantu dana, tapi belum sebut angka,” ujar dia. Sani menyebut, kegiatan berjalan dengan meninggalkan utang yang menumpuk di berbagai pihak. Dia mengaku kerap ditagih oleh lelaki berbadan tegap.

Dia mengajukan permohonan bansos ke Pemprov Kaltim pada 2010 dengan nominal Rp 1,8 miliar. Pemprov hanya menyetujui Rp 450 juta. Sani menceritakan, dirinya sendiri yang mengurus bansos itu hingga cair menggunakan surat kuasa bendahara.

Hakim lalu bertanya, apa sebenarnya profesi Sani selain aktif di organisasi itu. “Sejak Orde Baru, saya memang aktif di Golkar,” jawab Sani. Jaksa penuntut umum yang mendapat giliran bertanya. Dia menyebut, apakah Sani sudah mengembalikan kerugian negara? Dengan tegas Sani menyebut belum. (*/hdd/kri/k11/prokal.co)

loading...
Click to comment
To Top