Ponpes Alkhairaat di Tobelo Dibakar, Tokoh Agama: Semua Pihak Tahan Diri – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Daerah

Ponpes Alkhairaat di Tobelo Dibakar, Tokoh Agama: Semua Pihak Tahan Diri

FAJAR.CO.ID, TOBELO – Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara langsung bersikap pasca insiden pembakaran Pondok Pesantren (Ponpes) Alkhairaat di Desa Gosoma, Kota Tobelo pada Senin (28/3) dini hari.

Bebeberapa jam setelah peristiwa tersebut, Bupati Halut Frans Manery dan Wakil Bupati Muchlis Tapi Tapi, mengumpul tokoh agama Islam dan Kristen, menyikapi peristiwa tersebut.

Bupati mengimbau umat beragama di Halut untuk menjaga keamanan dan kedamaian. “Saya juga minta aparat menjaga keamanan demi Halut yang damai,” pinta bupati sebagaimana dilansir dari Malut Post (Grup Fajar).

Dalam pertemuan yang juga melibatkan tokoh masyarakat, disepakati sejumlah  poin penting. Antara lain adalah menangkap para pelaku dan otak yang berada di balik peristiwa tersebut paling lambat satu minggu.

Para tokoh agama meminta aparat membangun pos keamanan di titik-titik rawan. Para tokoh agama juga sepakat meminta seluruh organisasi keagamaan baik Kristen dan Islam agar melakukan sosialisasi untuk mencegah peristiwa ini meluas.

Surat kesepakatan ini ditandatangani H. Rahmad Hamdja dari Kantor Kementerian Agama Halut, Ketua Forum Umat Islam Halut  Iswan Lolahi, dan Ketua FAUB Halut Pendeta S.S. Duan S.Th.

Diketahui, sebelum terjadi peristiwa pembakaran Ponpes Alkhairaat, pada Minggu (27/3) terjadi bentrok antar dua kelompok pemuda Desa Gosoma dan Jalan Baru Desa Gamsungi Kecamatan Tobelo.

Bentrokan itu dipicu insiden ketika salah satu pemuda Jalan Baru bernama Erik (20), menabrak palang jalan depan Gereja Siloam Gosoma dengan sepeda motor menjelang Magrib.
Palang tersebut dipasang karena warga setempat sedang menggelar ibadah paskah. Erik pun dihajar warga yang berada di lokasi kejadian.

Tak terima perlakukan itu, Erik memberitahukan rekan-rekannya. Mereka kemudian menuju ke Gosoma dan melempar warga yang memukul Erik. Kedua kelompok pun saling melempari. Bahkan satu unit bentor dibakar. Tak berapa lama kemudian, polisi tiba di lokasi dan melakukan pengamanan, sehingga aksi ini berhasil diredam.

Namun pada Senin (28/3) pukul 04.00 WIT jelang subuh, warga dikagetkan dengan terbakarnya Ponpes Alkhairaat di Desa Gosoma. Empat ruangan kelas dan satu ruang guru ludes terbakar. Rumah ibadah yang berada di samping sekolah itu dilempari hingga kacanya pecah. Aksi anarkis ini dilakukan banyak orang.

Kejadian ini membuat warga sekitar cemas dan mengungsi ke Kodim 1508 Tobelo dan Kompi Yonif 732 Banau Tobelo. Tercatat 222 orang mengungsi, namun sore kemarin mereka sudah kembali ke rumahnya masing-masing.

Untuk mencegah aksi anarkis berlanjut, aparat dari Polres Halsel dan TNI berjaga-jaga di perbatasan kedua kampung. Sedangkan di lokasi kebakaran, polisi  memasang police line.(sam/onk/sad/JPG)

To Top