Waspada, Sekarang Beredar Penipuan Berkedok ‘Pacar Minta Sperma’ di Sidrap – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Kriminal

Waspada, Sekarang Beredar Penipuan Berkedok ‘Pacar Minta Sperma’ di Sidrap

Muhammad-Nasir-alias-Anci

HATI-hati mengenal dan berkenalan dengan seseorang di media sosial. Bisa saja orang yang anda kenal itu merupakan pelaku penipuan.

Jika sebelumnya kita dihebohkan dengan kasus penipuan ‘Mama Minta Pulsa’ dan ‘Papa Minta Saham’, kali modusnya berbeda. Pelaku kini menggunakan kedok ‘Pacar Minta Sperma.’

Kasus ini berhasil diungkap aparat Kodim 1420 Sidrap. Mereka berhasil membongkar sindikat penipuan gaya baru di daerah ini, Rabu malam (30/3) sekitar pukul 17.30 Wita.

Salah satu korbannya bernama Muh Ikbal (18), warga Dusun Cenrana, Desa Carawali, Kecamatan Watangpulu, Sidrap. Sementara pelakunya belakangan diketahui bernama Muhammad Nasir alias Anci (32), warga Ciro-ciroe, Kecamatan Watangpulu, Sidrap.

Ikbal terpikat dengan aksi pelaku setelah memasang foto cewek cantik bernama Andi Anty di Blackberry Messenger (BBM). Setelah ditelusuri, ternyata yang memasang foto seorang mahasiswi keperawatan itu merupakan seorang laki-laki bernama Muhammad Nasir alias Anci.

Dalam melakukan aksinya, Anci mengambil foto-foto seorang cewek dari Facebook. Selanjutnya, foto cewek yang tak dikenalnya itu kemudian dicopy, lalu dipasang menjadi foto BBM.
Dari sinilah modus dilancarkan Anci. Ia berpura-pura menjadi seorang cewek dan mahasiswi keperawatan. Setiap berkomunikasi dengan korban Ikbal, pelaku selalu meminta diberikan spermanya.

Ceritanya, pelaku disini menjadi perantara, seolah-olah menjadi suruhan gadis yang fotonya terpasang di BBM. Alasannya, sperma korban akan dipakai untuk dijadikan bahan penelitian.
Melalui pesan singkat SMS, Anci janjian bertemu dengan korban di tempat yang sudah disepakati. Dalam pertemuan itu, pelaku kemudian melakukan oral seks terhadap korban. Sperma korban kemudian dimasukkan ke dalam botol kecil. Selain sperma, pelaku juga meminta uang kepada korban. Ironisnya, korban Ikbal selalu saja menuruti permintaan itu.

Dari pengakuan korban, terungkap bahwa ia sebenarnya selalu mendesak untuk bisa bertemu cewek yang fotonya terpajang di BBM pelaku. Namun Anci selalu saja tidak mengizinkannya dengan berbagai alasan.

Begitu pula ketika hendak berkomunikasi melalui telepon dengan cewek tersebut. Pelaku tidak meresponnya. Anci hanya ingin berkomunikasi melalui pesan singkat SMS.

Perjalanan kisah asmara sesama jenis inipun terbongkar setelah berlangsung selama hampir empat bulan, tepatnya sejak November 2015. Korban Ikbal baru sadar kalau sebenarnya cewek yang dia pacari namun belum pernah ditemuinya itu, adalah seorang pria.

Kala itu, dua rekan Ikbal, masing-masing Dandi dan Kaddi secara kebetulan bertamu ke rumah Anci. Di rumah itu, Dandi dan Kaddi melihat Anci memiliki dua telepon genggam. Satunya atas nama Anci, satunya lagi atas nama Yanti.

Menyadari hal itu, Dandi dan Kaddi kemudian diam-diam menyampaikan ke Ikbal, jika cewek bernama Yanti itu ternyata hanyalah tipuan Anci semata.
Mendengar kabar itu, Ikbal pun marah dan mendatangi Anci. Alhasil, informasi yang didapatkannya dari kedua rekannya itu benar adanya. Anci selama ini punya dua telepon genggam, salah satunya digunakan Anci menipu dirinya.

“Saya tertipu besar. Ternyata kekasihku selama ini adalah seorang laki-laki. Selama empat bulan lamanya saya mesra-mesraan dengannya lewat BBM. Selain menghabisi uang saya, dia juga kerap berhubungan seks dengan saya. Dia tipu saya. Dia bilang Yanti butuh sperma untuk bahan penelitiannya,” beber Ikbal.

Pengakuan korban Ikbal disampaikan ketika dimintai keterangan awal di Makodal 1420 Sidrap, sebelum diserahkan ke polres setempat. Dandim 1420 Sidrap, Letkol Inf Endy Pribadi, membenarkan kasus penipuan modus baru yang diungkap anak buahnya itu.

“Sudah kita serahkan ke Reskrim Polres Sidrap kemarin malam (Rabu malam) untuk ditangani kasus pidananya,” ungkap Letkol Endy.
Hingga kemarin, penyidik Polres Sidrap masih memeriksa secara intensif Anci dengan tuduhan dugaan kasus penipuan modus baru. “Pelaku mengaku sudah banyak korban yang diperlakukan sama seperti Ikbal. Kasus ini kita dalami, karena ada juga penipuan uang terhadap korban,” kata Kasat Reskrim, AKP Chandra Yudha Pranata yang dihubungi, Kamis (31/3).

Untuk kepentingan penyidikan, pelaku masih ditahan di Mapolres Sidrap karena beberapa korban akan dimintai keterangannya. “Kita masih mendata korbannya. Karena pelaku mengakui ada lebih dari lima orang yang menjadi korban,” jelas Chandra Yudha.

Ikhwal kasus ini bermula dari laporan korban Ikbal bersama bibinya, Rosmawati ke Kepala Desa Carawali. Laporan tersebut kemudian diteruskan ke Babinsa Kodim, Serma Suherman dan Babinkamtibmas, Brigpol Andi Zainal Salman.

Dari hasil interogasi yang dilakukan anggota Intel Kodim, Serma Sudirman, terungkap bahwa korban sudah menyerahkan uang tunai hampir Rp3 juta kepada pelaku. Alasan pelaku meminta uang untuk keperluan sehari-hari dan kebutuhan kuliahnya.

“Korban selalu menitip uang kepada pelaku Anci untuk diberikan Andi Anty, pacar korban. Tapi uang itu diambil oleh pelaku. Biasanya, uang yang Rp200 ribu sampai Rp300 ribu dari korban dipakai untuk membeli minuman keras, lalu kemudian pesta miras sebelum mengambil sperma korban,” jelas Serma Sudiman, kemarin.

Dihadapan penyidik Reskrim Polres Sidrap, Anci mengaku menjalankan modus penipuan ini semata-mata untuk kesenangan pribadi. Anci yang sehari-harinya adalah perias pengantin ini, mengkau sudah lebih lima orang yang telah diperdayainya.

“Hanya Ikbal yang paling lama. Sayaji juga yang mengaku Andi Yanti, mahasiswi perawat di Sidrap. Foto cewek itu saya ambil di Facebook, lalu saya jadikan foto di BBM untuk meyakinkan korban,” akunya kepada polisi.

Anci juga mengaku meminta sperma korban dengan cara oral seks, dengan alasan untuk dijadikan bahan penelitian. “Alasan untuk jadikan penelitian janin. Semua korban mau memberikan spermanya,” katanya.

AKP Chandra menambahkan, selama menjalanan aksinya, pelaku memperdayai korbannya dengan modus sama. Selain uang korban dikeruk, spermanya juga diambil dan dimasukkan ke dalam botol kecil.

“Ini memang modus baru dan sementara kita dalami. Kami menghimbau kepada korban untuk datang melapor, karena pelaku enggan menyebutkan identitas korban yang pernah diperdayai,” jelas Chandra. (ady/rus/a/beritakotamakassar.com)

loading...
Click to comment
To Top