Sales Asal Sidrap: Saya Mau Diperkosa, Terpaksa Saya Bunuh – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Makassar

Sales Asal Sidrap: Saya Mau Diperkosa, Terpaksa Saya Bunuh

cemburu-suami-bunuh-istri-0cD

FAJAR.CO.ID, SIDRAP – Sales kosmetik Rahmawati (20), gadis cantik yang melakukan pembunuhan terhadap Mansyur (45), mengaku, nekat menghabisi nyawa korban lantaran tidak terima dirinya disebut sebagai wanita murahan.

Sales cantik asal Kabupaten Sidrap ini pun nekat menghabisi nyawa korban dengan ditebas hingga belasan kali karena dipaksa melayani nafsunya.

Warga Kecamatan Kulo, Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan (sulsel) itu mengungkapkan, tidak sedikitpun niat dibenaknya untuk membunuh korban.

Hanya saja, pada saat itu, dirinya terdesak karena tubuhnya hendak di gerayangi dan ingin diperkosa. Dengan kondisi terpaksa dia lalu menghujani korban dengan parang hingga berkali-kali.

Rahmawati, yang ditemui pojoksulsel.com (group fajar), Sabtu (2/4/2016), di Mapolres Sidrap, menuturkan kronologi kejadian yang membuatnya harus berurusan dengan aparat hukum.

Sales cantik asal Sindap ini dampingi oleh sanak keluarga dan orang tuanya, mengaku khilaf dan terpaksa membunuh untuk menjaga kehormatan diri dan nama baik keluarga.

Saat itu, Selasa (29/3/2016) pukul 05.30 Wita, Sales cantik asal Sidrap, Rahmawati menyambangi rumah korban yang hanya berjarak sekitar puluhan meter dari rumahnya.

Dia dan korban bertetangga sudah belasan tahun, bahkan sebelumnya mereka akrab layaknya tetangga pada umumnya.

“Saya datang ke rumahnya (Mansyur) untuk menanyakan apa maksud SMS terkahir yang dikirimkan ke saya. Malah dia menyangkal kalau tulisan SMS itu dari dia,” tutur Rahmawati, yang terlihat tak mampu menahan tetesan air matanya.

Cekcok mulut pun terjadi. Amarah tak terkendali. Sales cantik Sidrap Rahmawati yang tidak terima hinaan kata kasar  pria bertato (korban) lalu bergegas pulang. Namun secara tiba-tiba korban memeluk pelaku dari belakang dan meremas buah dadanya.

“Saya emosi, mau pulang dan tiba-tiba dia tarik dan memeluk saya dari belakang. Dia memegang kelamin dan meremas buah dada saya dengan kencang,” aku Rahmawati.

Pelaku terus memeluk dan meremas buah dada dan kemaluannya. Rahmawati saat itu terus berontak, korban pun kian bringas ingin menikmati tubuhnya. Kewalahan menghadapi tenaga Mansyur,  Rahmawati mengambil parang dan menodongkan di lehernya.

“Saya dicekik dari belakang dengan golok di leher. Saya berontak hingga terlepas, ujung golok saya pegang dan sempat terjatuh, dimenebas saya, tapi hanya kena tangan,” tutur Rahmawati.

Setelah bergulat, katanya, korban dan dirinya tersungkur, parang terlempar dari tangan korban‎.

“Kemudian saya ambil dan menusuk bagian belakang perut (Mansyur), dia berlari ke belakang rumahnya saya kejar dan kembali menebasnya dengan golok hingga berkali-kali,” katanya.

Andai saja, kata Rahmawati, dirinya tidak menghabisi nyawa Mansyur, dia memastikan ‎nyawanya yang hilang.

“Tapi saya menyesal. Seandainya saya tidak begitu saya yang dibunuh Pak,” ungkapnya.

Sementara, pihak kepolisian kini masih melakukan pemeriksaan terhadap pelaku dan saksi-saksi. Oleh polisi, pada saat kejadian di rumah korban, pelaku hanya berdua dengan korban.

“Pelaku sudah kami tetapkan sebagai tersangka tunggal. Sudah kami dalami, untuk sementara motif pembunuhan ini dilatari persoalan dendam karena harga diri pelaku yang dilecehkan,” jelas AKBP Anggi N Siregar.

Akibat perbuatannya, pelaku kata Anggi Siregar, terancam hukuman kurungan penjara di atas sepuluh tahun.

“Kami jerat tersangka Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan. Kami temukan tidak perencanaan yang dilakukan sebelumnya oleh tersangka ini,” ungkap Anggi. (pojoksulsel/Fajar)

loading...
Click to comment
To Top