Kakak Korban Yakin Adiknya Dibunuh Beramai-ramai – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Makassar

Kakak Korban Yakin Adiknya Dibunuh Beramai-ramai

FAJAR.CO.ID, SIDRAP- Di tengah kesulitan polisi menemukan tersangka lain dalam kasus pembunuhan Mansyur (45), di Desa Mario, Kecamatan Kulo, Sidrap, Selasa (29/3) lalu, muncul fakta baru dari keterangan tiga orang saudara korban. Masing-masing Muhammad Yunus, Abdul Kadir, serta Hj Ira mulai.

Mereka angkat bicara dan meminta polisi terus menyelidiki para pelaku lain diluar Rahmawati yang telah ditetapkan tersangka. Pihak kelurga Mansyur menduga, korban tidak dibunuh sendirian oleh Rahmawati. Melainkan ada pelaku lain yang ikut andil menganiaya korban pada saat kejadian.
“Kami yakin, pelaku pembunuhan adik kami bukan hanya Rahmawati seroang diri.

Ada lebih dari satu orang. Mustahil kalau hanya dia. Apalagi dia hanya perempuan. Ada warga yang lihat bukan hanya Rahmawati di lokasi saat kejadian,” beber Yunus dan Kadir di kediamannya Jalan A Makkasau, Rappang, Jumat (1/4).

Kakak korban lainnya, Hj Ira juga turut berkomentar soal kematian adiknya itu. Kepada wartawan, Hj Ira menuding Rahmawati telah berbohong kepada polisi dan merekayasa fakta di lapangan.

“Kalau benar pengakuan Rahmawati bahwa dirinya terpaksa membunuh karena akan diperkosa, itu bohong besar. Saat itu, adik saya sedang pakai celana jeans panjang dan pakai ikat pinggang,” kata Hj Ira.

Hal lain yang tak masuk akal dan janggal atas pengakuan Rahmawati, sambung Hj Ira, mustahil ia akan diperkosa, sementara pelaku sendiri yang mendatangi adiknya yang tinggal seorang diri di kebun.

“Harapan kami, polisi bisa menjadikan bahan analisa fakta-fakta itu untuk menemukan pelaku lainnya. Jujur saja, kami tidak terima jika hasil penyelidikan polisi hanya menetapkan satu tersangka,” cetus Hj Ira.

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Sidrap, AKP Chandra Yudha Pranata mengaku masih terus menyelidiki kemungkinan ada tidaknya pelaku lain di balik pembunuhan itu.

Hanya saja, saksi-saksi yang melihat langsung pada saat terjadi penganiayaan korban itu minim dan tidak ada bukti pendukung jika ada orang lain yang turut melakukan pembunuhan itu.

“Anggota kami masih terus bekerja mengumpulkan bukti-bukti serta pemeriksaan saksi-saksi. Polisi tidak bisa asal menetapkan tersangka lain, Mas. Kita tunggu saja hasilnya nanti,” kata Chandra.

Hingga saat ini, sebut Chandra, pihaknya baru menetapkan seorang tersangka dalam kasus itu. Rahmawati, kata dia, masih tersangka tunggal dalam kasus tersebut. (Bkm/Fajar)

Click to comment
To Top