Terlibat Penculikan, Lurah dan Staf PDAM Barru Diciduk – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Makassar

Terlibat Penculikan, Lurah dan Staf PDAM Barru Diciduk

metro-1024x682

FAJAR.CO.ID, BARRU– Penyidik Reskrim Polres Barru akhirnya menetapkan delapan tersangka dalam kasus penculikan dan penganiayaan terhadap Nurdin Idris (47), warga Takkalasi yang selama ini dianggap kerap menyindir nama Andi Idris Syukur melalui Facebook.

Ke delapan orang itu masing-masing berinisial R, A, F, M, M, A, dan J. Salah satu diantara terduga pelaku berinisial M yang telah berstatus tersangka, merupakan salah seorang lurah di Kabupaten Barru. Sedangkan satu lainnya berinisial F adalah staf PDAM Barru.

Kapolres Barru, AKBP Minarto yang ditemui di luar ruang kerjanya, Jumat (1/4), membenarkan jika pihak penyidik sudah menetapkan delapan tersangka. Termasuk seorang lurah serta staf PDAM.

”Setelah semua dimintai keterangan dan dinyatakan memenuhi unsur dan pembuktian, maka para tersangka langsung ditahan. Ikut diamankan dua kendaraan roda empat yang digunakan ke delapan tersangka saat menganiaya korban,” jelas Minarto, yang hanya bersedia menyebut inisial para tersangka.

Dia menegaskan, polisi hanya melakukan proses pidana terhadap kasus tersebut dan tidak menghubungkannya dengan unsur politis. “Jadi siapa yang bersalah atas kasus ini, maka langsung kita jerat sesuai aturan hukum yang berlaku,” tegas Minarto.

Sebelumnya, Nurdin melaporkan kasus yang menimpa dirinya. Ia diculik dan dianiaya oleh oknum lurah bersama tujuh rekannya. Pendukung salah satu mantan calon bupati Barru ini menyatakan dirinya diculik dan dipukuli para pelaku saat berada didalam mobil Toyota Avanza.

Begitu pula saat dibawa secara paksa ke kolong rumah milik mantan cabup di Desa Pancana, Tanete Rilau. ”Disitu saya kembali dipukul hingga bibirku bengkak dan kepala mengeluarkan darah. Karena itu kasus ini saya laporkan ke polisi,” kata Nurdin.

Korban yang sering disapa Chandra, mengakui bahwa awalnya ia didatangi sejumlah orang yang berpura-pura ingin membeli minuman ringan yang dijual di rumahnya, Rabu (30/3) pukul 22.30 Wita. Ketika itu ada dua mobil terparkir di seberang jalan. Satu mobil Toyota Avanza dan satu lagi Suzuki Vitara. Di Mobil itulah ada beberapa orang sudah menunggu kode dari rekannya yang pura-pura memesan minuman.

”Waktu saya tanya mau rasa apa, tiba-tiba turun beberapa orang. Bahkan ada yang berteriak itumi orangnya. Seketika itu juga ada yang merangkul sembari menjepit bagian leher saya dan memaksa membawa ke dalam mobil Avanza,” jelasnya.

Di tengah perjalanan, beberapa bogem mentah melayang ke muka dan kepala korban. Ia juga diancam mau dibunuh, jika tidak mau mengakui bahwa celoteh kasar di Facebook dilakukan oleh dirinya yang sering mengatasnamakan akun Jin Tian.

”Karena disiksa dan ketakutan, Saya terpaksa mengaku. Padahal saya tidak pernah bermain Facebook. Yang sering kupakai hanya BBM,” terangnya dengan mata berkaca-kaca.

Dalam menangani kasus ini, polisi terkesan sangat berhati-hati. Sebab pihak yang terlibat merupakan pendukung mantan cabup yang terpilih saat ini.
Hal itu nampak saat BKM berusaha mencari tahu nama lengkap para tersangka.

Perwira penyidik kasus ini yang bermaksud dimintai nama dari keenam tersangka, balik bertanya; apakah ada perintah dari Pak Kapolres untuk meminta nama para tersangka. Diapun menyatakan akan mengkonsultasikannya kembali dengan kapolres, dengan alasan takut salah.
Usai bertemu kapolres, perwira ini menegaskan, dirinya cuma menjalankan perintah pimpinan. Pemberian inisial nama delapan tersangka penganiayaan hanya boleh satu huruf. (Bkm/Fajar)

loading...
Click to comment
To Top