Waduh.. Ada Bocoran Kunci Jawaban UN yang Dijual Rp20 Juta – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Nasional

Waduh.. Ada Bocoran Kunci Jawaban UN yang Dijual Rp20 Juta

FAJAR.CO.ID, JAKARTA –  Ujian nasional (UN) SMA dan MA akan dilaksanakan pada tanggal 4-6 April 2016. Dua hari menjelang UN, beredar ‘kunci jawaban UN’ yang dijual dengan harga Rp 20 juta.

Kunci jawaban UN memang selalu menjadi bahan perbincangan dalam setiap penyelenggaraan UN. Padahal, pemerintah sudah menyiasati peredaran kunci jawaban UN dengan memperbanyak jumlah lokasi UN berbasis komputer (computer based test/CBT).

Informasi peredaran kunci jawaban UN 2016 diantaranya muncul di Kota Dumai, Provinsi Riau. Informasi yang beredar menyebutkan bahwa keberadaan kunci jawaban UN di Dumai disebar melalui pesan singkat (SMS).

Kemudian di dalam pesan singkat itu kunci jawaban UN dijual Rp 20 juta. Sejumlah siswa bahkan ada yang berniat membelinya dengan patungan.

Melalui keterangan resminya Walikota Dumai Zulkifli AS menyampaikan supaya orangtua dan siswa tidak terpengaruh dengan peredaran informasi kunci jawaban itu.

“Kunci jawaban itu justru membuat siswa tidak percaya diri mengerjakan ujian dengan kemampuannya,” katanya.

Di seluruh wilayah Kota Dumai naskah UN 2016 dikirim dalam paket 36 kotak. Soal ujian ini disebar untuk 3.600 lebih siswa. Mereka berasal dari 32 unit sekolah SMA dan sederajat.

Sementara itu muncul kabar peredaran kunci jawaban di Mataram, NTB melalui media sosial. Kunci jawaban ini disebar begitu saja. Tanpa ada transasksi jual-beli.

Sampai kemarin belum ada yang memastikan kunci jawaban itu cocok dengan versi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) atau tidak.

Mendikbud Anies Baswedan mengatakan peredaran kunci jawaban UN 2016 itu tujuannya adalah mengacaukan konsentrasi siswa.

“Seharusnya masa-masa yang semakin dekat ini, siswa tidak boleh gugup. Siswa harus tenang,” katanya di Jakarta kemarin.

Anies berpesan supaya siswa yang mendapatkan terusan informasi kunci jawaban, tidak disebar ke kawan lainnya. Langsung dihapus saja. Setelah menghadapi ujian nanti, fokus mengerjakan soal dengan kemampuannya sendiri.

Menteri lulusan Universitas Gadjah Mada (UGM) Jogjakarta itu mengingatkan supaya siswa lebih menjaga kesehatan dan kebugaran. “Jangan stress banget-banget, nanti malah jatuh sakit,” katanya.

Dia juga meminta siswa mengurangi kegiatan di luar rumah karena untuk antisipasi keadaan yang tidak diinginkan. Dia tidak ingin ada peserta unas yang tidak bisa mengikuti ujian karena kecelakaan dan sejenisnya. (wan/one/pj1)

loading...
Click to comment
To Top