Kasihan! Usai Operasi Lambung, Nenek Ini Kritis – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Makassar

Kasihan! Usai Operasi Lambung, Nenek Ini Kritis

FAJAR.CO.ID, LUWU-  Seorang nenek berusia 80 tahun bernama Riva, kini kritis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Batara Guru, Belopa, Kabupaten Luwu. Ia baru saja menjalani operasi akibat penyumbatan lambung yang dialaminya. Namun dokter RS yang memotong lambung pasien, ternyata tak bisa menyambungnya kembali.

Sebelumnya, Riva dioperasi pada bagain perut oleh dokter ahli bedah RSUD Batara Guru, 6 Januari 2016. Namun kondisi kesehatannya kembali memburuk.

Oleh pihak keluarga, Riva kembali dirawat inap di RSUD Batara Guru, 29 Maret lalu. Dalam proses perawatan pihak RS, nenek Riva kembali mendapat tindakan medik. Ia menjalani operasi di bagian ususunya oleh ahli bedah, dr Adi.

Namun usai menjalani operasi, Riva justru terlihat kritis. Ususnya diklaim pihak keluarga tak lagi bisa tersambung.
Kepala Desa Desa Seppong, Belopa Utara, Suaedy Alwi yang juga kerabat dekat Riva, menyatakan keberatan dengan tindakan medik yang dilakukan pihak RS. Karena usai melakukan operasi, dr Adi yang menangani pasien menyampaikan bahwa usus Riva tak bisa disambung lagi.

”Alasan dr Adi, usus nenek saya sudah mengerucut sehingga tidak bisa disambung,” ujar Suaedy Alwi di RSU Batara Guru, Minggu (3/4).
Dijelaskan Suaedy, sebelum melakukan tindakan medik kepada neneknya, dr Adi sempat bertanya kepada pihak keluarga, apakah ada keluarga neneknya yang bermukim di Makassar.

”Setelah itu, dia bilang mudah-mudahan operasinya berjalan lancar,” tambah Suaedy.
Melihat kondisi neneknya yang kritis usai operasi usus, pihak keluarga kemudian bermohon kepada dr Adi untuk konsultasi dengan Dirut RSUD Batara Guru, Suharkimin. Tapi Suaedy hanya dijanji dan tidak pernah dipenuhi.

”Sudah dua hari saya hubungi handphonenya Pak Dirut, tapi saya hanya dijanji untuk ditemui. Permohonan keluarga hanya dibalas SMS oleh dr Suharkimin. Dia sampaikan bahwa nanti hari Senin (hari ini) ketemu. Katanya, dia belum dapat info dari dokter yang menangani pasiennya,” terang Suaedy lagi.

Saat dikonfirmasi terkait masalah ini, Dirut RSUD Batara Guru, Suharkimin mengatakan bahwa dirinya belum bisa menyimpulkan keputusan yang akan diambil, sebab belum menerima laporan dari dokter yang menangani.

”Saya belum dapat info soal itu. Belum ada info dari dokter yang menangani pasien yang bernama Riva. Nani nanti saya cross cek dulu,” kelit Suharkimin, kemarin.

Pantauan BKM, Minggu (3/4), pasien Riva masih dirawat di ruang Intensive Care Unit (ICU). Kondisinya nampak lemah. Bahkan agak sulit bernapas. Salah seorang perawat terlihat sibuk mengontrol kondisi kesehatan Riva yang ditemani salah seorang anak wanitanya. Suaedy nampak mendampingi neneknya.

Salah seorang aktivis LSM Garuda, Andi Aras sangat menyayangkan tindakan dan layanan medik di RSUD Batara Guru. Ia menilai terjadi tumpang tindih dan tebang pilih atas layanan kesehatan di RS ini.

”Apakah mereka paramedis dan tenaga medis tak paham soal layanan publik, atau sengaja ada pembiaran dari pimpinannya. Saya pikir persoalan ini harus disikapi serius. Kalau perlu aparat hukum turun tangan. Jangan sampai terjadi malpraktik, lalu hanya dibiarkan berlalu tanpa sanksi. Kasihan masyarakat yang butuh pelayanan kesehatan,” cetus Andi Aras. (wan/rus/b/BKM/Fajar)

loading...
Click to comment
To Top