Kasus Pembunuhan di Sidrap, Polisi Dalami Keterlibatan La Cenggo – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Makassar

Kasus Pembunuhan di Sidrap, Polisi Dalami Keterlibatan La Cenggo

IMG_20160329_155322

FAJAR.CO.ID, SIDRAP,— Motif pembunuhan sadis yang terjadi di Desa Mario, Kecamatan Kulo, Kabupaten Sidrap, Selasa (29/3) lalu, perlahan mulai terkuak. Pembunuhan yang dilakukan seorang gadis berparas cantik bernama Rahmawati alias Rahma, diduga dilatarbelakangi dendam.

Hasil penyelidikan sementara polisi menyebutkan, perempuan yang sehari-harinya menjual kosmetik dan menjadi tersangka utama di balik pembunuhan itu, pernah terlibat kasus dengan seorang pria bernama La Cenggo, yang juga rekan korban Mansyur.

Kronologisnya, La Cenggo pernah terlibat hubungan asmara dengan Rahma. Bahkan hubungan ini pernah dibawa ke ranah hukum, karena La Cenggo hendak memperkosa dan melakukan pelecehan terhadap Rahma.

Namun kasus ini didamaikan keluarga kedua belah pihak. La Cenggo bersedia menikahi Rahmawati. Proses lamaran pun dilakukan, dengan persetujuan uang mahar sebesar Rp30 juta yang diterima pihak Rahmawati.

Tapi rencana itu terhenti, karena La Cenggo masih berstatus suami orang dan tidak ingin menceraikan istrinya. Kasus inipun terdiam lagi. Hingga puncaknya, muncul pesan singkat kepada pelaku Rahma yang menudingnya sebagai wanita murahan.

Short Message Service (SMS) yang dikirim melalui handphone korban Mansyur, pria bertato yang dibunuh dengan 21 luka tebasan oleh Rahma itu, diduga kuat ditulis oleh lelaki La Cenggo menggunakan handphone milik Mansyur. Kuat dugaan La Cenggo masih menaruh dendam terhadap Rahma. Dengan dasar itulah, polisi memanggil La Cenggo.
“Yang bersangkutan (La Cenggo) sudah kita panggil juga untuk dimintai keterangannya sebagai saksi dalam kasus pembunuhan itu,” ujar Kasat Reskrim Polres Sidrap, AKP Chandra Yudha Pranata, Rabu (30/3).

Menurut Chandra, pada bagian lain kasus ini masih sama-samar. Hal itu setelah mempelajari luka-luka yang dialami korban. Diduga kuat korban tidak dihabisi oleh pelaku Rahma.
“Luka yang dialami korban begitu banyak. Secara logika sulit dicerna pikiran dengan apa yang dilakukan tersangka. Ini masih kita dalami terus, karena tidak ada yang melihat langsung kejadian,” jelas Chandra.

Untuk itu, pihaknya masih terus melakukan pengembangan. Penyidik kepolisian akan berupaya mengungkap, ada tidaknya keterlibatan orang lain di balik pembunuhan itu.
Saat ini, sebut Chandra, pihaknya tengah mendalami siapa saja yang ada di Tempat Kejadian Perkara (TKP) selain tersangka. Ada dugaan, kata dia, terdapat orang lain di TKP pada saat kejadian.
Polisi juga akan memastikan kapan waktu kejadiannya. “Melihat darah yang sudah hitam dan membeku, serta kondisi tubuh korban yang sudah kaku, muncul kecurigaan kejadiannya bukan antara pukul 06.00 hingga pukul 07.00 Wita,” katanya.

Untuk mengungkap semua itu, kata Chandra, polisi tak hanya akan berpatokan pada hasil olah TKP dan pengakuan tersangka semata. Polisi, sebut Chandra, juga akan melakukan tes kebohongan terhadap tersangka, juga saksi.

Sejauh ini, polisi telah mendatangkan tiga orang saksi. Ketiganya adalah ayah dan ibu tersangka bernama Ramli dan Halimah. Seorang saksi lagi, yakni lelaki bernama La Cenggo.
Mengenai kejiwaannya, kata AKP Chandra, pihaknya sudah melakukan tes pada diri Rahmawati sesaat setelah kejadian pembunuhan itu berlangsung di RS Nene’ Mallomo.

“Hasilnya, tersangka masih normal dan mengakui kalap atau emosi sehingga membacok korban. Rahma mengaku melakukan pembunuhan seorang diri,” tandasnya.
Kasus pembunuhan yang menyeret perempuan belia itu turut menyita perhatian Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Sidrap. Ketua P2TP2A Sidrap, Hj Fatmawati Ruddi Masse mengatakan, pihaknya akan mengawal penanganan kasus ini, mulai dari penyelidikan, penyidikan hingga persidangan nanti.

“Kita pelajari dulu kasusnya seperti apa hasil penyelidikan kepolisian. Kalau memang tidak ada unsur kesengajaan melakukan pembunuhan dan hanya semata-mata membela diri saat hendak diperkosa, kenapa tidak kita tidak lakukan pemdampingan,” tandasnya. (BKM/Fajar.co.id)

loading...
Click to comment
To Top