Pak Jokowi, Baiknya Nama-nama Ini Dicopot Saja… – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Nasional

Pak Jokowi, Baiknya Nama-nama Ini Dicopot Saja…

10401_28005_jokowi JK2

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Kabar tentang perombakan kabinet (reshuffle) jilid II terus bergulir dalam beberapa hari terakhir ini. Meski belum ada kepastian soal pengumumannya, namun Presiden Joko Widodo diingatkan untuk bertindak cermat dalam mencopot menteri. 

Menurut pengamat politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta,  A Bakir Ihsan, sebaiknya Jokowi -sapaan Joko Widodo- mencopot menteri yang benar-benar berkinerja buruk. “Reshuffle seharusnya dilakukan berdasarkan kegagalan kinerja,” katanya ketika dihubungi, Minggu (3/4/2016).

Bakir menyebut menteri yang sebaiknya segera dicopot adalah Yasonna Laoly. Pasalnya, menteri hukum dan hak asasi manusia (HAM) itu dianggap paling bertanggung jawab atas kisruh internal di Partai Golkar dan PPP yang tak kunjung tuntas. “Menkumham justru membuat persoalan di internal partai tersebut berlarut-larut,” katanya.

Bakir juga menyinggung kinerja Jaksa Agung M Prasetyo yang tak istimewa. Menurutnya, jaksa agung yang sebelumnya anggota DPR dari Partai NasDem itu memang sangat layak dievaluasi.

Di era Prasetyo memimpin Kejaksaan Agung, kata Bakir, berbagai persoalan hukum memang muncul dam menyita perhatian publik. Misalnya, deponering untuk dua mantan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad dan Bambang Widjojanto.

Selain itu, yang juga menjadi perhatian publik adalah kasus dugaan suap di balik penyidikan korupsi dana bantuan sosial (bansos) Pemerintah Sumatera Utara. Bakir menyebut kasus itu terlalu sarat nuansa politiknya.

Selain itu ada dua menteri lagi yang menurut Bakir layak untuk diganti. Yakni Menko Maritim Ruzal Ramli dan Menteri ESDM Sudirman Said.

Bakir menyebut Rizal memicu kegaduhan karena mengumbar polemik terbuka dengan anggota kabinet lainnya, termasuk Wakil Presiden Jusuf Kalla. Rizal bahkan disebut-sebut mengganti sendiri nama kementerian yang dipimpinnya.

Sedangkan soal Sudirman Said, lanjut Bakir, tentu tak terlepas dari kinerjanya yang jadi sorotan karena soal PT Freeport Indonesia dan polemik kilang di Blik Masela, Laut Arafuru. “Dalam konteks inilah perlu dievaluasi,” katanya. (jpnn/JPG)

loading...
Click to comment
To Top