Empat Pelaku Pembobol Rumah di Makassar Diringkus – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Kriminal

Empat Pelaku Pembobol Rumah di Makassar Diringkus

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR- Sebanyak empat tersangka pembobol rumah yang menggunakan mobil saat beroperasi, dibekuk anggota Resmob Polrestabes Makassar. Mereka ditangkap dalam waktu dua hari berturut-turut, Minggu (3/4) dan Senin (4/4).

Keempat orang itu adalah Tamil Dg Tobo alias Tobo (30), warga Jalan Jeneponto Lama, Muh Tahir alias Tahir alias Haeril (24), warga Jalan Mallengkeri, Junaedi alias Edi (24), warga Soroako serta Syarifuddin alias Dg Tutu (42), warga Jalan Syeh Yusuf Kompleks Karantina Hewan Blok G/22 Makassar.

Dari keempat orang itu, tiga diantaranya ditangkap lebih dulu. Tamil, Muh Tahir dan Junaedi diciduk, Minggu (3/4) sekitar pukul 01.45 Wita di Jalan Mallengkeri. Selanjutnya mereka digelandang ke Satreskrim Polrestabes Makassar untuk menjalani pemeriksaan secara intensif.
Kepada polisi yang menginterogasinya, ketiganya kompak menyebut nama bosnya bernama Syarifuddin. Tinggal di Jalan Syekh Yusuf Kompleks Karantina Hewan Blok G/22.

Berdasarkan informasi tersebut, polisi kemudian bergerak. Hasilnya, Senin (4/4) pukul 01.00 dinihari, Syarifuddin ditangkap.
Namun proses penangkapan tidak berlangsung mulus. Ketika polisi berada di depan rumahnya, Syarifuddin langsung melarikan diri.
Polisi yang tak ingin buruannya lolos, berusaha mengejar dan mengeluarkan tembakan peringatan ke udara sebanyak tiga kali. Namun Syarifuddin mengabaikannya.

Polisi terpaksa melumpuhkannya dengan menembak lutut sebelah kiri. Selanjutnya, Syarifuddin yang sudah dalam kondisi tak berdaya dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk mendapat perawatan medis.

Di depan penyidik Reskrim Polrestabes Makassar, tersangka mengaku menggunakan mobil saat beraksi. Setiap malam mereka melakukan aksi membobol rumah warga dengan menggunakan linggis.

Kasubag Humas Polrestabes Makassar, Kompol Burhanuddin kemarin menjelaskan, tersangka ditangkap setelah anggota Resmob mendapat informasi dari masyarakat. Disebutkan bahwa ada satu unit mobil Xenia warna putih bernomor polisi DD 1006 LJ tengah mondar mandir di Jalan Mallengkeri. Kuat dugaan mobil tersebut sering digunakan pelaku saat beroperasi membobol rumah warga.

”Polisi yang menerima laporan tersebut langsung ke lokasi yang dimaksud. Betul saja, di Jalan Mallengkeri mobil tersebut ditemukan dan di dalamnya ada tiga orang. Mereka pun langsung dibawa ke Mapolrestabes bersama mobil yang dikendarainya,” jelas Burhanuddin.

Dari pengakuan para tersangka, mereka sudah 16 kali membobol rumah warga dan menggasak sejumlah barang berharga. Diantaranya di perumahan Tanjung pada bulan Maret 2016, mengambil tiga unit handphone berbagai merek, satu unit laptop merek Acer 14, dan uang tunai Rp150 ribu.
Pada bulan yang sama, di BTN Minasa Upa komplotan ini mengambil dua unit HP berbagai merek, satu unit laptop dan tiga lembar pakaian perempuan.

Di Sudiang mengambil dua unit HP, satu tas ransel dan sendal. Sementara di Paccerekang mengambil satu sepeda kecil, tiga unit HP serta dua pasang sendal. Di Jalan Borong dekat waduk, pelaku mengambil empat unit HP, satu buah dompet berisi uang Rp250 ribu.

Di Jalan Tanjung pada tahun 2015, mereka mengambil satu unit HP, dan satu unit sepeda motor. Di lokasi berbeda di Jalan Tanjung, pelaku mengambil satu unit TV LCD 40, di Jalan Anggrek Kompleks Minasa Upa bulan Februari 2016 mengambil satu unit HP.

Di Puri Toddopuli tahun 2015 mengambil satu unit HP dan beberapa lembar seprei, di Jalan Minasari mengambil jemuran dan satu buah helm, di Sudiang mengambil dua unit HP, satu pasang sepatu, satu cincin batu permata dan satu sweater.

Di BTN Minasa Upa mengambil beberapa lembar baju bola di jemuran. Ada pula tiga unit game, dua HP serta uang tunai Rp30 ribu. Di Pannara menggasak satu unit laptop. Di Antang satu unit laptop, satu unit HP serta satu jam tangan. Sementara di Daya dua unit HP dan satu laptop. (bkm/fajar)

To Top