Bestari: Saya dapat Alphard bukan Karena Suap – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Jabodetabek

Bestari: Saya dapat Alphard bukan Karena Suap

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Ketua Komisi D M Sanusi diduga bukan satu-satunya anggota DPRD DKI yang menerima suap dari pengembang proyek reklamasi terkait pembahasan Raperda Zonasi dan Raperda Tata Ruang. Sejumlah politikus Kebon Sirih yang duduk di Badan Legislasi Daerah (Balegda) kabarnya juga ikut kecipratan baik dalam bentuk uang, akomodasi jalan-jalan ke luar negeri, sampai mobil mewah jenis Toyota Alphard.

Ketika dikonfirmasi mengenai kabar tersebut, para anggota Balegda kompak mengelak. Wakil Ketua Balegda Merry Hotma mengaku sama sekali tidak kenal dengan bos pengembang yang menyuap Sanusi. Politikus PDI Perjuangan ini tegaskan tidak pernah bersentuhan dengan pengusaha kelas atas di luar urusan pekerjaan. 

“Pengembang reklamasi yang disebut-sebut itu saya tidak pernah kenal. Saya juga heran ada nama saya. Pergaulan yang high class seperti dengan pengembang itu saya tidak pernahlah,” ujar Merry saat dihubungi, Selasa (5/4).

Setali tiga uang, Anggota Balegda dari Fraksi Nasdem DPRD DKI Jakarta Bestari Barus juga membantah mobil Alphard yang digunakannya selama ini berasal dari pihak pengembang. Namun dia tak menampik mobil tersebut masih ada kaitannya dengan Sanusi. “Saya dapat Alphard bukan karena suap, tapi beli di showroomnya Sanusi,” terang ketua Fraksi NasDem ini.

Anggota Komisi D ini menerangkan, Alphard tersebut merupakan mobil bekas dengan jarak tempuh tertulis sekira 90 ribu kilometer. Anehnya, meski mobil sudah diterima sejak bulan Februari lalu, sampai sekarang surat-suratnya belum dipegang Bestari. 

“Saya niat beli. Cuma belum ada transaksi jual-beli dan dokumen-dokumen yang diserahkan. Saya nggak mau mobil itu dikaitkan dengan suap,” bebernya. Kini, Alphard telah dikembalikan ke Sanusi melalui salah satu kantornya di bilangan Tanah Abang, Jakarta Pusat, belum lama ini.

Sementara itu, anggota Komisi D Prabowo Soenirman mengaku sudah sejak lama mendengar adanya aliran dana dari pengembang ke kantong sejumlah koleganya. Namun, politkus Gerindra ini mengaku tidak tahu siapa saja yang menerima atau berapa jumlahnya.  “Saya sendiri gak pernah ditawarin. Mungkin karena dari awal saya sudah tolak reklamasi, jadi tidak ada yang berani,” ujarnya. (wok/ibl/dni/dil/jpnn)

loading...
Click to comment
To Top