Bobol Itunya Bunga Terlalu Ganas, Siswi SMP Cantik Masuk Rumah Sakit Karena Pendarahan. Endi Dipenjara – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Kriminal

Bobol Itunya Bunga Terlalu Ganas, Siswi SMP Cantik Masuk Rumah Sakit Karena Pendarahan. Endi Dipenjara

asusila
ilustrasi

FAJAR.CO.ID, MANADO – Kelakuan remaja sekarang benar-benar diluar nalar. Masih berstatus sebagai siswa saja sudah nekat berbuat mesum. Bahkan tindakan asusila itu dianggap sebagai perbuatan biasa.

Begitu yang terjadi pada Kejadian itu dialami Melati (nama samaran) dengan kekasihnya GP alias Endi (17). Aksi mesum kedua siswa ini harus berujung petaka. Melati (13) kritis karena  mengalami pendarahan dibagian orang vitalnya karena digarap GP. Warga

Kecamatan Malalayang, Kota Manado yang kini masih duduk di bangku kelas II SMP ini, harus mendapat perawatan medis di rumah sakit. Pelaku yang masih tercatat sebagai siswa SMA Kelas II, kemudian diamankan aparat kepolisian di kediamannya.

Siswa SMA itu langsung dijebloskan ke penjara dalam kasus dugaan pencabulan anak di bawah umur. Informasi yang dihimpun Posko Manado (Grup Fajar), korban dan pelaku kenalan sejak beberapa bulan yang lalu melalui media sosial (medsos) Facebook.

Berawal dari saling like status, keduanya akhirnya resmi pacaran 2 bulan 15 hari. “Kami pacaran sudah dua bulan lebih. Selama pacaran, kami sudah lima kali bertemu,” ujar Melati.

Pada Rabu (30/3) siang, Melati dan Endi bertemu di Terminal Malalayang. Dari tempat tersebut, Endi membawa Melati ke salah satu rumah kos di kompleks terminal. Di rumah kost teman Endi itulah, keduanya melakukan hubungan badan layaknya suami istri.

Awalnya, Melati sempat menolak, namun rayuan gombal Endi membuat Melati luluh. Akhirnya, Endi sukses menjebol perawan Melati. Rupanya, Endi terlalu ganas menindih Melati yang masih perawan, sehingga selaput darahnya robek dan mengalami pendarahan.

Kasus tersebut terungkap ketika Melati pulang ke rumahnya. Orang tua Melati curiga melihat anaknya yang terus meringis kesakitan di dalam kamar.

Setelah diperiksa, ternyata korban mengalami pendarahan. Kasus ini akhirnya dilaporkan ke Polresta Manado malam harinya. Kapolresta Manado, Kombes Pol Rio Permana melalui Kasubag Humas AKP Agus Marsidi, membenarkan adanya laporan tersebut.

“Pelakunya sudah diamankan, dan saat ini sedang diperiksa penyidik Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA). Oleh penyidik, pelaku dijerat dengan Pasal 82 Undang-Undang Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan perempuan dan anak, dengan ancaman hukuman paling lama 15 tahun penjara,” ujar Marsidi. (lon/fri/pojoksatu)

loading...
Click to comment
To Top