Festival Pesona Mentawai 2016, Sensasi Menaklukkan Gelombang – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Budaya & Pariwisata

Festival Pesona Mentawai 2016, Sensasi Menaklukkan Gelombang

JAKARTA – Apa sih sensasi paling sensasional dari Festival Pesona Mentawai 2016? Bagi wisatawan nusantara, mungkin melihat pantai pasir putih? Snorkeling di kejernihan laut? Atau menyaksikan penampilan Katon Bagaskara, personal KLa Projek yang terkenal dengan karya lagu masternya berjudul “Yogyakarta” itu? Tapi bukan itu yang paling menantang. Masih ada lagi.

“Menaklukkan ombak Mentawai yang panjang sambung menyambung, tinggi menggunung, dengan ujung seperti terowongan hidup, terbentuk konsisten, dan aman! Bagi peselancar, model ombak seperti Mentawai inilah yang diburu. Karena itu, mereka menyebut Mentawai adalah surganya para surfers,” sebut Menpar Arief Yahya saat peluncuran Festival Pesona Mentawai di Balairung Gedung Sapta Pesona, Kemenpar Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta itu.

Pasar surfing terbesar adalah Australia. Bisa dipahami, Gold Coast adalah kota surfing, memiliki pantai terbaik dengan ombak terbaik bagi surfer. Juga punya amenitas, atau infrastruktur pendukung destinasi wisata seperti hotel, restoran, cafe, bar, convention hal, mal, hingga sarana transportasi lokal yang lengkap. “Saya menduga Mentawai jika dilengkapi dengan amenitas yang standar dunia, bisa menyedot wisman Australia lebih banyak lagi,” kata Arief Yahya.

Ada 10 surfing site yang dipublikasikan sebagai yang terbaik di dunia. Gold Coast (Australia), Mentawai Islands (Indonesia), Jeffreys Bay (Afrika Selatan), Fuerteventura (Spanyol), El Salvador (Amerika Latin), Kosta Rika, California, Amerika Utara (US), Bali (Indonesia), Santa Catarina (Brasil), dan Samoa (Pacific Selatan).

Dari situlah Menpar Arief Yahya menyebut atraksi surfing-nya Mentawai itu sudah world class. Tidak perlu dipertentangkan lagi, levelnya sudah dunia. Destinasi selancar itu ada di Siberut Barat Daya, Sipora Utara, Sipora Selatan, Pagai Utara, Pagai Selatan, dan Pantai Sikakap. “Anda punya hobi menaklukkan gelombang? Silakan coba deh, Mentawai keren!” ucap Menpar Arief Yahya.

Festival ini dilangsungkan pada bulan April, 19-24. Waktu yang tepat di saat ombak-ombak itu menantang.  Jika ke Mentawai musim yang paling bagus adalah bulan Maret sampai Oktober. Namun, ombak paling konstan terjadi pada bulan Juni – September.

Bagaimana dengan yang “tidak doyan” main ombak? Mentawai juga menjanjikan banyak titik diving, snorkeling, memancing, menyusuri hutan mangrove, menginjak pantai putih yang keren, dan panorama alam yang eksotik. Di Pagai Utara, Pagai Selatan dan Sikakap, ada beberapa titik pantai yang landai, tidak terjal, berpasir putih, dan aman.

Bupati Mentawai, Yudas Sabaggalet menambahkan, saat ini 7000-8000 wisman sudah berselancar di Mentawai. Rata-rata mereka sudah merasakan sensasi di Kuta Bali, lalu ingin mengejar tantangan lain yang lebih seru di Mentawai.

“Kalau infrastruktur pariwisata kami membaik, kami yakin Mentawai bisa berkembang,” kata Yudas.

Yudas mengungkapkan, culture atau budaya Mentawai juga beda dengan rata-rata Melayu di Sumatera Barat. Mereka lebih unik, lebih tradisional, dengan musik yang banyak terbuat dari alam, seperti kayu dan bongo. Suku Mentawai, bahkan sudah menato badannya sejak kedatangan mereka ke Pantai Barat Sumatera 1.500-500 SM lalu. “Ini artinya, tato Mentawailah  yang paling tua di dunia,” jelasnya.

Tato dibuat oleh seorang Sipatiti (pembuat tato). Proses pembuatannya butuh waktu berbulan-bulan, tidak seperti tato zaman sekarang yang sudah menggunakan teknologi. Butuh prosesi upacara dan pantangan yang harus dilalui oleh orang yang akan ditato. Tidak semua orang sanggup melewati tahap ini.

Jarum yang digunakan untuk menato terbuat dari tulang hewan atau kayu karai yang diruncingkan. Jarum itu lantas diguratkan ke kulit dan terciptalah garis-garis yang menjadi motif tradisional tato suku Mentawai. Pewarna hitam yang digunakan juga berasal dari arang yang menempel di kuali. Biasanya, tato dimulai dari telapak tangan, kaki, baru ke badan. “Itulah kearifan lokal suku Mentawai. Semua gambar tato itu penuh filosofi, punya makna, menunjukkan jati diri, status sosial dan profesi,” kata dia.

Misalnya, tato seorang pemburu, biasanya dikenal dengan gambar binatang tangkapannya seperti babi rusa, kera, burung, dan buaya. Kesenian di Mentawai juga cukup kaya, ada 14 jenis tarian yang biasa diadakan. “Karena itu, saksikan langsung Festival Pesona Mentawai 2016, yang juga akan kami live streaming melalui bantuan PT Telkom,” ungkap Yudas. (fajar.co.id)

Click to comment
To Top