Rivai Ras Peduli Nelayan dan Kesehatan – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Makassar

Rivai Ras Peduli Nelayan dan Kesehatan

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Kepedulian akan masyarakat kecil dan sektor vital, sangat diperhatikan bakal calon Gubernur Sulsel, Abdul Rivai Ras. Perwira Angkatan Laut dengan tiga bunga di pundak ini sangat peduli akan nelayan dan kesehatan.

Bukti kepedulian mantan Staf Khusus Sekretaris Militer Presiden Era SBY dan Staf Struktural di Direktorat Jenderal Strategi Pertahanan Kemhan RI itu, saat mengunjungi bayi tanpa anus yang dirawat di RS Wahidin Sudirohusodo. Rivai memberikan bantuan kepada ibu bayi itu.

“Kesehatan itu harganya tak ternilai. Karena itu, saya sangat memperhatikan sektor kesehatan ini yang memang menjadi hal vital dan banyak bersentuhan dengan masyarakat kecil,” jelas putra Bone ini sembari mengucapkan selamat Hari Kesehatan Internasional 7 April.

Sedangkan untuk nelayan, Rivai sangat peduli dengan memperhatikan kebutuhan para nelayan apalagi dia memang konsen dengan kemaritiman. Rivai bahkan sempat mengunjungi Paotere dan bersantap siang di RM Paotere Tepi Pantai Jalan Sabutung.

“Sektor perikanan kita sangat potensial. Nelayan adalah garda terdepan dalam penyiapan ikan segar dan berkualitas. Karena itu janganlah menangkap ikan menggunakan racun atau bom, supaya ekosistem laut tetap terjaga dan ikan segar dapat diperoleh,” papar pendiri Universitas Pertahanan (Unhan) itu.

Malah, sekaitan Hari Nelayan Nasional pada 6 April lalu, Rivai menulis khusus sebuah catatan. Berikut catatan dari Alumni Pondok Pesantren IMMIM Putra Modern itu yang dipersembahkan khusus kepada seluruh nelayan se Indonesia. “Tak banyak pemberitaan yang membahas hari nelayan. Tak ada peringatan gegap gempita. Tak banyak pula yang sadar dan mau peduli dengan nasib nelayan di Republik ini.

Walau sudah menancapkan diri sebagai negara poros maritim dunia, Indonesia belum sepenuh hati mengangkat nelayan dari garis kemiskinan. Tingkat kesejahteraan nelayan pun belum kunjung membaik. Masih terseok-seok di antara 31,02 juta jiwa penduduk miskin nasional yaitu 7,87 juta jiwa nelayan miskin Indonesia.

Nelayan memang sebuah profesi yang jauh dari mentereng. Dengan kulit gelap terbakar matahari. Dan bau amis karena harus bergumul dengan ikan hasil tangkapan. Jam kerja yang tidak biasa, karena harus pergi melaut hingga berhari-hari. Profesi nelayan memang tak mentereng karena itupula tak banyak diminati oleh anak muda zaman sekarang.

Profesi yang disebut-sebut hanya pelarian karena tak diterima diprofesi kerja lainnya. Sungguh miris karena terbalik dengan sumber daya laut yang begitu melimpah. Ironi bila melihat apa yang terjadi dengan nelayan Indonesia. Hidup merana, terbelit hutang, rumah tidak layak, dan hidup jauh dari sehat. (rls/hrm)

loading...
Click to comment
To Top