Aduh.. Ayah Bejat, Bejat, Anak Kandung Kok Dihamilin – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Kriminal

Aduh.. Ayah Bejat, Bejat, Anak Kandung Kok Dihamilin

FAJAR.CO.ID, LOMBOK – Kejadian yang satu ini cukup unik, hal Ini merupakan  dampak negative dari perkembangan tekhnologi. Sebut saja bunga (14), (Bukan Nama sebenarnya), Karena kebanyakan menonton filim beradegan mesum, tak tanggung-tanggung Bunga meminta ayah kandungnya untuk melakukan adegan tersebut bersamanya.

Bukannya menolak atau memberikan pemahaman kepada anaknya, ayah bunga pun menuruti permintaan anaknya, Alhasil, bunga pun hamil.

Peristiwa tak bermoral ini berawal pertengahan tahun lalu. Ceritanya, S melihat video porno yang didapatkan dari internet. Tak lama kemudian, ia pulang dan menunjukan video tersebut ke bapaknya.

Sejurus kemudian, S spontan mengatakan ke M, ingin melakukan adegan seperti yang ada di video tersebut. Kontan saja M terkejut. Namun, keterkejutan tersebut rupanya tidak lebih besar dari nafsunya.

“Pas yang pertama kali, M sempat tidak mau, tapi akhirnya tetap melakukan,” kata Kasat Reskrim Polres Lobar AKP Joko Tamtomo, kemarin seperti dilansir Lombok Post (Grup JPNN).

Bukannya berhenti, warga Desa Jenggala, Kecamatan Tanjung ini malah ketagihan. Hubungan suami istri dengan anaknya berlanjut hingga lima kali. Hasilnya bisa ditebak, S hamil tujuh bulan akibat perbuatan bejat ayah kandungnya.

“Mulai persetubuhan yang ke dua itu, malah bapaknya yang mengajak. Jadi ada unsur bujuk rayunya di dalam sana,” ujar Joko.

Saat ini, tersangka sudah diamankan di Polres Lobar guna dilakukan penyelidikan lebih dalam.

”Sebelumnya diamankan di Polsek Senggigi, Selasa (5/4) lalu, kemudian di bawa ke sini,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Divisi Hukum dan Advokasi LPA NTB Joko Jumadi mengatakan tidak habis pikir dengan perbuatan yang dilakukan M. Apalagi tindakan itu dilakukan kepada anak kandungnya sendiri.

“Seharusnya dia (M, Red) bisa melindungi anaknya, membina anaknya, memberikan pemahaman. Ironi sekali, apapun alasannya, itu tidak bisa dibenarkan,” katanya.

Apapun alasannya, meski S yang lebih dulu meminta, kata Joko Jumadi, kesalahan tetap berasal dari orangtua. Karena itu, lanjutnya, jika merujuk UU Nomor 35 tahun 2014, M diancam hukuman penjara selama maksimal 20 tahun.(dit/fer/r6/r3/fri/jpnn)

 

loading...
Click to comment
To Top