Ayah Bejat, Bejat, Bejat…! – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Kriminal

Ayah Bejat, Bejat, Bejat…!

FAJAR.CO.ID, SANGATTA – Setelah tak kuat lagi melayani birahi ayah kandungnya, seorang bocah perempuan berusia 15 tahun nekat kabur dari rumah. Warga Kecamatan Teluk Pandan Kutai Timur (Kutim) Kalimantan Timur (Kaltim) itu pergi ke rumah pacarnya.

Kepada pacarnya, korban semula engan menceritakan pristiwa pilu yang dialaminya tersebut. Namun setelah dibujuk, akhirnya korban mengaku telah diperkosa dan dicabuli ayah kandungnya, berinisial L (43).

Korban mengaku menjadi pemuas birahi ayah sejak masih duduk di bangku sekolah dasar (SD). Pacar korban lalu menyarankan untuk melaporkan kasus tersebut ke polisi.

Dengan tekat yang kuat, korban ditemani sang pacar akhirnya melapor ke Kapospol Teluk Pandan pada Jumat (8/4) sekitar pukul 14.00 wita.

Kepada polisi, korban mengaku diperkosa oleh ayahnya pada Desember 2015 lalu. Kemudian kejadian tersebut kembali terulang pada pertengahan Januari 2016.

Tak hanya sampai di situ, pada akhir Januari, korban kembali dicabuli oleh pelaku. Lantaran tak  tahan dengan perbuatan bejat sang ayah, korban kemudian memilih melarikan diri ke rumah pacarnya di Kota Balikpapan.

“Setelah mendapatkan pengaduan dari korban, anggota langsung menciduk pelaku di rumahnya di Teluk Pandan. Saat ini, pelaku sudah kami tahan,” kata Kapolres Kutim AKBP Anang Triwidiandoko didampingi Kasat Reskrim AKP Andika Dharma Sena, Senin (11/4).

Menurut pengakuan korban kepada petugas penyidik, pelaku kerap mengancam akan menceraikan ibunya jika keinginannya tidak dipenuhi. Dibawah ancaman tersebut, korban pun terpaksa menuruti nafsu bejat pelaku.

“Usai disetubuhi, kepada korban, pelaku ini ngomong, kalau kamu beritahukan ini kepada ibumu, nanti hubungan ayah dengan ibumu akan rusak (cerai). Karena diancam begitu, makanya korban tidak berani lapor,” katanya.

AKP Andika menuturkan, berapa kali pastinya korban telah diperkosa oleh pelaku, termasuk sejak kapan pemerkosaan itu terjadi, dirinya belum dapat memastikan itu. Pasalnya, baik korban maupun pelaku masih diperiksa.

“Kemungkinan kasus pemerkosaan dan pencabulan ini sudah dari lama. Tapi apakah perbuatan itu sudah dialami korban sejak masih kecil, itu belum kami dalami lagi. Tapi untuk saat ini, korban sudah kami serahkan ke BP2KB Kutim untuk mendapatkan penangganan psikologis,” tutur dia.

Ibu korban sendiri langsung shock setelah mengetahui kejadian yang dialami anak sulungnya. Menurutnya, dia tidak pernah menyangka bila suaminya tega berbuat bejat kepada kandungnya sendiri.

“Tapi nantinya, ibu korban juga akan kami panggil dan periksa,” tambah Andika.

Disinggung alasan pelaku tega memgauli anaknya? Andika menuturkan, sejauh ini pihaknya masih mendalami psikologis pelaku. Dirinya telah meminta psikolog BP2KB Kutim untuk melakukan tes kejiwaan terhadap pelaku.

“Proses visum yang dilakukan, hasilnya positif bahwa korban telah diperkosa. Korban ini, kalau dipertemukan dengan pelaku langsung menangis. Tapi dari pemeriksaan yang kami lakukan, pelaku juga sudah mengakui perbuatannya,” ungkapnya.

Untuk mempertanggung jawabkannya perbuatannya, pelaku akan dijerat pasal 76.d dan 76.e Undang-undang (UU) Nomor 35 tahun 2014 perubahan atas UU nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman pidana 15 tahun penjara, atau denda Rp 5 miliar. (pojoksatu/fajar)

To Top