Fahri Hamzah: Mengelola PKS Harus dengan Cinta, Ukhuwah dan Toleransi – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Nasional

Fahri Hamzah: Mengelola PKS Harus dengan Cinta, Ukhuwah dan Toleransi

FAJAR.CO.ID, JAKARTA- Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah mengatakan dirinya tidak pernah merasa sakit hati jika ada kader-kader PKS menuding dirinya  tidak patuh pada pimpinan partai.

Menurutnya perlawanannya terhadap para pimpinan PKS saat ini semata-mata karena ingin menjadi juru bicara agar seluruh masyarakat termasuk para kader PKS memahami apa yang menjadi hak, kewajiban baik sebagai warga Negara maupun kader.

“Saya ingin menjadi semacam juru bicara agar kita semua memahami apa sebenarnya yang menjadi hak dan kewajiban baik sebagai warga negara maupun kader jika bergabung dalam partai. Saya harap masyarakat dan generasi baru di PKS nanti bisa lebih terbuka,” ujar Fahri di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (12/4).

Menurut Fahri keputusan terkait dirinya diambil sangat tertutup dan dirinya sama sekali tidak pernah diminta klarfikasi sebelum diambil keputusan dan bahkan upayanya untuk mendapatkan klarifikasi pun tidak pernah diindahkan.

”Keputusan pemecatan seharusnya dibacakan didepan orang yang bersangkutan. Kepada saya mereka hanya mengirim surat keputusan lewat kurir saja. Mentalitas tertutup seperti ini memunculkan kecurigaan,” tambahnya.

Mentalitas yang tertutup berlebihan seperti ini pun menurutnya yang membuat  orang akan mencurigai apapun yang dilakukan PKS. Dia pun membandingkan zaman Presiden PKS, Anis Matta yang menganggap rileks semua benturan yang terjadi diantara kader. Semua bisa diselesaikan dengan dialog. “Sekarang yang terjadi tidak ada dialog, tiba-tiba saja jadi delik,” jelasnya.

Terkait sikap banyak kader PKS yang patuh membabi buta terhadap para pimpinan karena sistem di PKS melalui pendidikan pengajian atau liqo yang memang mengajarkan seperti itu, Fahri tidak mau menyalahan sistem itu. “Tidak ada yang salah dengan sistem itu. Pimpinan partai yang salah  membaca dan melangkah,” tegasnya.

Dia pun mengingatkan sikap para pimpinan PKS yang berkuasa secara otoriter dan tidak mau terbuka akan menghancurkan PKS.

”PKS ini orangnya berjuang sukarela. Karena itu kalau dikelola dengan kekuasaan, pasti gagal. Mengelola PKS harus dengan cinta, ukhuwah dan toleransi. Sekarang kader diminta untuk tidak punya kontak dengan saya, dimana nilai ukhuwahnya? Masa orang seperti saya tidak bisa ditertibkan?saya kan sangat terbuka untuk dialog,” ujarnya. (Fajar)

loading...
Click to comment
To Top