Fahri Sarankan Petinggi PKS Meniru Mantan Ketua Dewan Syuro PKS – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Politik

Fahri Sarankan Petinggi PKS Meniru Mantan Ketua Dewan Syuro PKS

fahri hamzah

FAJAR.CO.ID, JAKARTA- Politikus PKS, Fahri Hamzah mengatakan salah satu alasan digantikan dirinya karena kerap berbeda pendapat dengan presiden PKS Shohibul Iman dan Ketua Dewan Tahkim, Hidayat Nur Wahid.

Menurut Fahri, Meskipun Perbedaan pendapat  sering terjadi antara dirinya dengan pimpinan PKS namun dia selalu mempertanggung Jawabkan pikiran dan ucapannya.

”Kalau saya disalahkan karena beda pendapat, kan belum tentu juga mereka yang benar.Kenapa kalau ada beda pendapat sama mereka bahwa kita harus salah dan mereka harus benar?Saya sendiri selalu mempertanggungjawabkan pikiran dan ucapan saya,” paparnya” Kepada wartawan (12/4).

Fahri pun menegaskan bahwa jika mulutnya dianggap membuat banyak kuping memerah, maka sebagai anggota DPR hal itu dilindungi oleh konstitusi. Jika pun hal itu dianggap salah, mengapa perolehan suara dirinya dalam pileg justru bertambah dan dirinya menjadi peraih suara nomer satu di PKS.

“Mulut saya  dilindungi konstitusi dan tidak bisa dipidanakan. Ini sama halnya dengan kekuasaan presiden yang bisa membuat peraturan melalui perpu. Apakah  presiden bisa dipidanakan karena mengeluarkan Perpu?Jadi sebegitu berkuasanya presiden dan itu dijamin oleh UUD, sama seperti mulut saya,” tegasnya.

Dia pun menyarankan para petinggi PKS sekarang untuk meniru Mantan Ketua Dewan Syuro PKS, Hilmi Aminudin yang tenang saja ketika SBY menghubungi karena dirinya bersuara keras mengkritik SBY.

”Dulu itu kalau saya kritis ke SBY, dia selalu telepon Ustadz Hilmi.Oleh Ustadz Hilmi selalu dijawab, Fahri  itu punya konstituen dan menyuarakan keinginan konstituennya. SBY pun memahami hal itu,” tegasnya.

Dirinya pun tidak mengerti mengapa PKS justru tak mau jika kadernya kritis. Kalau para pimpinan PKS  memahami konstitusi, seharusnya mulutnya tidak pernah dipermasalahkan.

”Lihat  saja Effendy Simbolon dari PDIP, begitu kerasnya dia mengkritik Jokowi, tapi Ibu Mega tidak pernah mempermasalahkannya.Gaya saya kok dipermasalahkan sekarang.12 tahun saya  jadi anggota DPR, gaya saya seperti ini dan gaya saya juga yang  membuat  rakyat memilihnya,” tegasnya lagi.

Lebih lanjut Fahri juga menuding ada pihak luar yang mendorong agar dirinya dipecat dari PKS. Pihak luar ini menurutnya adalah lembaga-lembaga swadaya masyarakat seperti ICW dan lainnya, yang memiliki cara berpikir yang sama bahwa hanya mereka lah pembawa kebenaran dan tidak bisa menerima perbedaan pikiran dan pendapat.

”Ketika mereka kalah berdebat substansi sama saya terkait hukum dan pemberantasan korupsi, mereka pun mendorong PKS agar memecat saya,” tandasnya (Fajar.co.id)

loading...
Click to comment
To Top