Bahrum: Infrastruktur Urat Nadi Pembangunan Daerah – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Makassar

Bahrum: Infrastruktur Urat Nadi Pembangunan Daerah

Bahrum Daido Persentase

* Pada Pemaparan Renstra Kemenhub di 6 Provinsi Sulawesi

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Anggota Komisi V DPR RI asal Sulsel, Dr Ir H Bahrum Daido M, Si memaparkan sejumlah proyek besar yang akan dikerjakan disejumlah daerah di Pulau Sulawesi yang masuk dalam rencana strategi kementrian perhubungan.

Proyek pembangunan tersebut menyasar beberapa sektor krusial yang dikenal sebagai urat nadi perekonomian daerah. Diantaranya sektor infrastruktur, dan transportasi.

“Sektor infrastruktur memang ini yang penting untuk kemajuan suatu daerah. Ekonomi dapat tumbuh jika sektor ini tersedia. Masyarakat dapat mendistribusikan hasil buminya ke provinsi lain,” kata Bahrum.

Pemaparan proyek pemerintah tersebut dijelaskan politisi dari Fraksi Partai Demokrat DPR ini dalam acara Pertemuan Pemantapan dan Penguatan Program Prioritas Kebersamaan Regional Sulawesi yang diselenggarakan Badan Kerjasama Pembangunan Regional Sulawesi (BKPRS), Jumat 15 April 2016 di Jakarta.

Dalam pemaparannya, Bahrum Daido menjelaskan bahwa proyek tersebut berjalan hingga tahun 2020.

Seperti pembangunan Terminal Tipe A yang sesuai dalam rencana strategi Kementrian Perhubungan akan dibangun dan dikembangkan di beberapa provinsi. Yakni, di Provinsi Sulsel tepatnya di Daya, selanjutnya di Provinsi Sulbar di Polman, di Provinsi Sulut di Amurang, dan Provinsi Sultra di Kota Kendari.

“Kementrian Perhubungan sebagai leading sektor program ini telah menganggarkan Rp2,32 triliun bagi pembangunan terminal tipe A seluruh Indonesia hingga tahun 2019,” kata mantan Bupati Luwu ini.

Tak hanya itu, Kemenhub juga telah memasukkan proyek jalur kereta api trans Sulawesi yang dimulai dari Makassar hingga Bitung dengan target selesai tahun 2019.

Dimulai dari jalur Makassar ke Parepare yang telah dimulai tahun 2015, dan ditarget rampung 2018. Selanjutnya jalur Manado ke Bitung baru akan dimulai tahun 2017-2019. Terus jalur Parepare ke Mamuju dimulai 2018-2019, Mamuju ke Palu dimulai 2018-2019, dan Makassar-Takalar-Watampone dimulai 2018-2019.

“Jalur kereta api ini sebagai bentuk konektivitas antar provinsi, kecuali Provinsi Sulawesi Tenggara yang baru akan mulai dilakukan pembangunan jalur pada tahun 2020. Untuk proyek multiyears ini Kemenhub mengalokasikan Rp21,595 triliun,” sebut Bahrum.

Di sektor kemaritiman, Kemenhub memasukkan rencana pembangunan 100 pelabuhan di 6 provinsi di Pulau Sulawesi. Meliputi pelabuhan utama, penyeberangan antar pulau, dan pelabuhan non komersil.

Untuk pembangunan jalan, Bahrum menjelaskan, sesuai renstra Kemenhub, sejumlah jalan tol akan dibangun, seperti di Manado ke Bitung, ring road Gorontalo, jalan lingkar Kendari, dan underpass Bandara Makassar.

Dengan banyaknya proyek besar tersebut dikatakan Bahrum, Badan Kerjasama Pembangunan Regional Sulawesi (BKPRS) sedianya dapat selalu melakukan koordinasi tindaklanjut ke kementrian terkait dan ke DPR, agar kiranya apa yang telah ada dalam renstra tersebut dapat berjalan sesuai rencana.

“Kalau ada yang mandek tolong beri tahu kami di DPR, biar dapat kita telusuri dimana permasalahannya,” ujarnya. (idr/fmc)

loading...
Click to comment
To Top