Banjir Surabaya, Risma: Kenapa Bisa Ada Bangunan Liar di Sekitar Sungai… – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Daerah

Banjir Surabaya, Risma: Kenapa Bisa Ada Bangunan Liar di Sekitar Sungai…

FAJAR.CO.ID, SURABAYA – Hujan seharian mengguyur Kota Surabaya, Jumat (15/4), Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini langsung melakukan pemantauan. Melalui handy talky Risma memberi perhatian pada banjir yang terjadi  di kawasan Kalidami. Pasalnya, penyebab banjir di sana, selain karena luapan sungai, juga karena adanya bangunan liar (bangli).

“Saya minta disambungkan ke Pak Lurah. Itu kenapa bisa ada bangunan liar di sekitar sungai yang meluber,” kata Risma dalam alat komunikasi berbasis radio itu.

Begitu mendengar Risma mulai memberikan intruksi lewat alat tersebut, tim satlak bencana yang diketuai oleh Kepala Bakesbangpol Linmas Soemarno segera bertindak.

Soemarno mengatakan, komunikasi antar anggota satlak memang dilakukan dengan alat tersebut. Yang terhubung dengan SKPD terkait yang menjadi anggota Satlak pencegahan bencana.

Selain turun ke lapangan, Soemarno memantau genangan yang terjadi melalui CCTV. “Kami langsung tanggapi dan coba tangani. Sebab ini adalah pola koordinasi agar semakin cepat penyelesaian masalah,” kata Soemarno.

Banyaknya genangan yang terjadi di Surabaya dikritisi oleh legislator di Komisi C, M Machmud. Politisi Partai Demokrat yang juga mantan ketua DPRD Surabaya ini mengatakan, masih banyaknya genangan menandakan anggaran penanggulangan banjir di Surabaya sudah gagal.

“Dana yang kami kucurkan tahun  ini untuk penanggulangan banjir tahun ini adalah Rp 550 miliar. Ke mana dana itu digunakan, toh selama ini juga masih saja ada banjir. Berarti selama ini banyaknya gorong-gorong, dan lain sebagainya itu tidak tepat sasaran,” tegas Machmud.

Lebih lanjut ia mengatakan, dalam mekanisme persetujuan pengajuan dana untuk Dinas PU Bina Marga, dewan selalu setujui berapa pun yang mereka ajukan. Dengan asumsi, apa yang mereka usulkan tersebut adalah memang menjadi kebutuhan dari Kota Surabaya dalam menanggulangan banjir.

“Tapi nyatanya kalau terus banjir begini persoalannya harusnya dipecahkan. Bukan terus menerus beralasan dan berkilah ini bukan banjir tapi genangan. Lalu sebabnya karena intensitas hujan tinggi dan  air laut pasang, itu bukan solusi,” kata Machmud.

Hal senada juga disampaikan oleh legislator Komisi C yang lain, Vinsensius Awey. Politisi Partai Hanura ini menyayangkan, genangan parah yang ada di kawasan Dupak.

Padahal di sana ada sebanyak empat unit rumah pompa. Sedangkan satu di antaranya dilaporkan terbakar.

“Bagaimana bisa pompa rusak saat dibutuhkan. Lalu kasus sama juga terjadi di Balongsari, pompanya juga throuble.  Banyak sekali titik banjir, perekonomian terdampak, macet di mana-mana, Surabaya jadi lumpuh,” pungkas politisi yang akrab disapa Awey ini. (ima/no)

loading...
Click to comment
To Top