Ada yang Janggal dari Reklamasi 17 Pulau di Pantai Utara Jakarta – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Nasional

Ada yang Janggal dari Reklamasi 17 Pulau di Pantai Utara Jakarta

Foto proyek reklamasi teluk jakarta.
lokasi reklamasi pantai utara Jakarta

FAJAR.CO.ID, JAKARTA- Ketua Umum Association of the Indonesia Tours and Travel Asnawi Bahar merasa janggal dengan rencana pemerintah DKI Jakarta yang ingin melakukan reklamasi di 17 pulau di pantai utara Jakarta.

Pasalnya, reklamasi tersebut dari unsur kepariwisataan. Padahal, investasi di bidang pariwisata lebih cepat dari investasi apapun di negeri ini.

“Turis tidak melihat gedung, tidak melihat bangunan. Dikaitkan dengan kepariwisataan, reklamasi nggak ada hubungannya. Menurut saya, investasi di bidang pariwisata lebih cepat dari investasi apapun di negeri ini. Tanpa harus melanggar,” ungkapnya dalam diskusi ‘Masih Perlu Reklamasi?’ di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (16/4).

Asnawi menambahkan wisatawan asing lebih memilih keindahan alam Indonesia. Itulah yang menjadi andalan Indonesia selama ini. Karena itu, katanya lagi, wisatawan asing ke Indonesia tidak mencari gedung-gedung. Kecuali wisatawan domestik. Sebab, lanjut Asnawi kebiasaan turis domestik lebih memilih ke pusat perbelanjaan. “Kalau ada pantai dan mall itu akan maju. Tetapi wisatawan asing tidak,” sambungnya

Menurutnya, Pemprov meski berkaca dengan proyek reklamasi Palm Island Dubai. Disana pemerintah secara jor-joran membranding daerah tersebut menjadi salah satu tempat destinasi pariwisata.

“Palm Island di Dubai, itu pulau tidak ada apa-apanya dibangun real estate, tapi karena tujuannya untuk pariwisata, dibranding-lah, sehingga pulau itu menjadi luar biasa mahalnya. Cuma di Indonesia banyak (pulau), tidak dilakukan hal yang sama dan kenapa harus reklamasi,” ujar Asnawi

Asnawi menambahkan, keinginan pemerintah untuk meningkatkan pariwisata Indonesia menjadi 20 juta, bukanlah membentuk bangunan-bangunan tinggi.

“Kenapa pulau kita dikembangkan, dibranding sehingga menjadi destinasi-destinasi yang menjadi andalan kita. Ada yang tahu Pulau Aru, di Maluku sana, itu kita jual paket bulan madu, Rp 15juta per orang selama lima hari empat malam. Bayangkan, nah ngapain kita reklamasi yang bentukannya tak ke arah pariwisata,” tutup Asnawi. [zul]

loading...
Click to comment
To Top